
UPdates—Banjir bandang dahsyat terjadi di wilayah Himalaya, Nepal, menyapu desa-desa serta merusak jalan, jembatan, dan proyek pembangkit listrik di wilayah yang berbatasan dengan Tibet.
You may also like :
62 Orang Tewas Akibat Hujan Deras dan Banjir di India Utara, Lebih 1.000 Bangunan Hancur
Pihak berwenang pada hari Rabu, 26 Agustus 2026 memperingatkan adanya risiko korban jiwa dalam jumlah besar.
You might be interested :
5.285 Orang tak Ditemukan, Pencarian Korban Banjir Nepal Diakhiri
Polisi menyatakan setidaknya delapan orang sejauh ini dilaporkan tewas, namun ada kekhawatiran jumlah korban akan bertambah.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN, dewan pariwisata Nepal menyebutkan setidaknya 400 wisatawan, termasuk warga negara asing, dilaporkan hilang. Angka itu sesuai penilaian awal badan pariwisata negara tersebut.
Mereka yang hilang termasuk warga negara dari India, Australia, Belanda, Afrika Selatan, Inggris, dan Malaysia. Laporan Business Standard menyebut 105 warga India termasuk di antara turis yang hilang.
Helikopter sedang menyisir lokasi kejadian, namun ketinggian air di beberapa titik menghalangi helikopter untuk mendarat.
Banjir bandang yang menghancurkan permukiman di Nepal utara ini disebabkan oleh gempa bumi yang memicu tanah longsor besar, yang kemudian membendung aliran Sungai Bhote Koshi. Hal itu diungkap Menteri Luar Negeri Nepal, Shishir Khanal.
"Gempa bumi terjadi pada pukul 08.37 pagi ini, dan akibatnya terjadi tanah longsor besar yang membendung sungai; hal inilah yang tampaknya memicu banjir tersebut," ujar Khanal dalam sebuah pertemuan di Dewan Perwakilan Rakyat.
United States Geological Survey (USGS), lembaga yang mencatat gempa bumi di seluruh dunia, mendeteksi gempa berkekuatan magnitudo 4,4 di wilayah tersebut pada waktu yang bersamaan dengan kejadian yang disebutkan oleh Khanal.