Ilustrasi musim kemarau. (foto:Pexels/Rizk Nas)

BMKG Ingatkan Semua Pihak Bersiap Hadapi Kemarau Panjang Tahun Ini

14 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
  • Kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, namun diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat pada semester kedua 2026.
  • BMKG merekomendasikan langkah strategis seperti respons antisipatif, penguatan manajemen waduk dan irigasi, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi untuk menghadapi kemarau.
  • Kemarau dan El Nino adalah dua fenomena yang berbeda, namun jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering.
  • BMKG siap mendukung berbagai sektor pembangunan melalui penyediaan data dan informasi iklim terkini, termasuk pertanian, perhubungan, dan infrastruktur pekerjaan umum.
  • Dampak kekeringan akan dirasakan langsung pada berbagai sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
  • Kementerian Pekerjaan Umum mendorong koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.
atau

UPdates - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

You may also like : kepala meteorologi klimatologi dan geofisika bmkg teuku faisal fathani dalam rapat koordinasi pusat dan daerah yang digelar se 1764565060568 169Kepala BMKG Lapor ke Presiden Prabowo: Indonesia Dikepung Tiga Siklon

Dirangkum Keidenesia.TV dari laman resmi BMKG, Selasa, 4 April 2026, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28.

You might be interested : 2151002686Prakiraan Cuaca Hari Ini, 29 Maret: Parepare dan 5 Kabupaten di Sulsel Berpotensi Hujan Malam Ini

Namun demikian, pada semester kedua 2026 kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain respons antisipatif pada wilayah dengan potensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa BMKG siap mendukung berbagai sektor pembangunan melalui penyediaan data dan informasi iklim terkini.

“BMKG tidak hanya mengurusi kebencanaan, tetapi juga mendukung berbagai sektor pembangunan seperti pertanian, perhubungan (darat, laut, dan udara), serta infrastruktur pekerjaan umum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan keseimbangan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan. Air tidak berlebih yang memicu banjir dan longsor, tetapi juga tidak kurang yang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

“Semoga kita semua dapat bersatu dalam gerak langkah yang sama untuk mengantisipasi musim kemarau tahun 2026 yang datang lebih cepat dan lebih panjang ini,” pungkas Faisal.

Sementara itu, Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menegaskan bahwa potensi kemarau panjang tahun 2026 merupakan tantangan serius yang harus direspons secara terintegrasi.

Ia menambahkan bahwa dampak kekeringan akan dirasakan langsung pada berbagai sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatan antisipasi dan koordinasi menjadi kunci yang harus kita jaga bersama,” ujar Adenan.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong sejumlah langkah konkret, salah satunya melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian/lembaga terkait, guna memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.

 

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >