
UPdates—Setidaknya 17 orang tewas dalam dugaan bom bunuh diri di luar kantor polisi di barat laut Pakistan pada hari Minggu waktu setempat saat negara tersebut berjuang melawan pemberontakan yang meluas.
You may also like :
Markas Pasukan Paramiliternya Diguncang Bom Bunuh Diri, Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afganishtan
Kelompok penyelamat dan seorang pejabat polisi regional mengatakan, ledakan itu terjadi di daerah Kabal di Swat, sebuah distrik di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan.
You might be interested :
Umumkan Perang, Pakistan Bombardir Kota-Kota Besar di Afghanistan
Sebuah demonstrasi pro-polisi oleh penduduk setempat berlangsung di daerah yang sama pada hari Minggu, tetapi belum jelas apakah demonstrasi tersebut merupakan target yang dituju.
Sejumlah laporan, termasuk CNN menyebut pelaku bom bunuh diri menargetkan para pengunjuk rasa di sebuah demonstrasi anti-militan yang oleh Internazionale disebut pro-polisi.
Kelompok militan Islam Tehreek-e-Taliban Pakistan dalam sebuah pernyataan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Setidaknya 34 orang terluka dalam ledakan itu, menurut juru bicara Rescue 1122.
Pejabat penyelamat mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 17 dari 14 setelah tiga korban meninggal di rumah sakit.
Para korban termasuk tujuh petugas polisi dan 10 warga sipil. Salah satu korban tewas diyakini sebagai pelaku bom bunuh diri, kata Fida Hussain, seorang pejabat polisi regional, kepada Reuters.
Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif dalam sebuah pernyataan menyatakan kesedihan dan duka cita yang mendalam atas ledakan bom bunuh diri tersebut.
Polisi mengatakan operasi telah diluncurkan untuk menangkap siapa pun yang mungkin telah membantu dalam serangan tersebut.
Kekerasan militan di daerah perbatasan Pakistan telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, terutama menargetkan militer dan polisi.
Pemerintah Pakistan menyalahkan Taliban Afghanistan atas peningkatan kekerasan tersebut, menuduh mereka memberikan dukungan kepada para militan. Pemerintah Taliban telah membantah tuduhan tersebut.