
UPdates—Tiongkok mengingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengganggu kerja samanya dengan Iran setelah Washington mengumumkan Operasi Economic Outcast (Pengucilan Ekonomi), sebuah kampanye besar-besaran yang bertujuan mengisolasi Teheran sepenuhnya dari sistem keuangan global.
You may also like :
Rudal Iran tak Mau Habis, Senator Intelijen AS Takut Rudal Pencegat Habis, Bom Waktu Perang Trump
"Kerja sama Tiongkok dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian kepada para wartawan di Beijing sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 25 Agustus 2026.
You might be interested :
Gelombang Baru Covid-19 Ancam Asia, Kasus Naik di Singapura, Hong Kong, dan China
Ia menyatakan, sanksi baru AS berisiko mengganggu tatanan keuangan global, serta menekankan perlunya pihak-pihak yang berseteru untuk mengadakan pembicaraan guna mengakhiri konflik.
"Perang ekonomi dan tekanan maksimum bukanlah solusinya," kata Lin saat ditanya mengenai rezim sanksi baru yang diluncurkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Senin.
Lin mengatakan langkah-langkah semacam itu hanya akan memicu eskalasi dan risiko dampak meluas. “Yang akan mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global serta merugikan kepentingan sah negara-negara lain," tegasnya.
"Tugas mendesaknya adalah memfasilitasi de-eskalasi dan kembali ke dialog serta negosiasi sesegera mungkin," lanjut juru bicara tersebut.
Ditegaskan Lin, Tiongkok akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya.
Tiongkok merupakan salah satu importir terbesar minyak Iran, mengingat kedua negara menjalin kemitraan strategis komprehensif yang didorong terutama oleh hubungan ekonomi dan impor energi dengan harga diskon.
Volume perdagangan bilateral mereka meningkat hingga lebih dari 41 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Memastikan bahwa Tiongkok memantau perkembangan situasi dengan cermat, Lin mempertegas kembali sikap Tiongkok yang menentang keras sanksi sepihak dan ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.
Menteri Keuangan AS, Bessent mengatakan bahwa tujuan AS adalah memutus setiap jalur kehidupan ekonomi yang menopang rezim tirani ini hingga Teheran berdiri sendiri tanpa dukungan.
Menurut Bessent, AS tidak lagi sekadar mengelola ancaman Iran melainkan mengakhirinya. Ia menambahkan bahwa kekuatan ekonomi Amerika memungkinkan Washington untuk melancarkan serangan finansial semacam itu bersamaan dengan operasi militer.
Mengenai Tiongkok, Bessent juga mengatakan bahwa cara terbaik untuk berinteraksi dengan negara-negara lain adalah melalui diplomasi senyap. Ia menambahkan bahwa AS saat ini sedang menyelaraskan ekspektasi dengan Beijing.