
UPdates—Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran akan membalas dengan cara yang sama terhadap setiap serangan terhadap infrastruktur nasional mereka.
You may also like :
THE K-FACTS EPS 13: Geger Perang Dagang Ala Trump!
Penegasan itu disampaikan Araghchi setelah Washington mengancam akan mengebom jembatan atau pembangkit listrik untuk setiap kapal yang menjadi target di Selat Hormuz.
You might be interested :
Dua Pilot Angkatan Laut AS Ditembak Jatuh di Laut Merah
"Doktrin pertahanan kami jelas: mata ganti mata. Setiap agresi terhadap Iran, termasuk infrastruktur kami, akan memicu respons yang kuat dan tegas," kata Araghchi di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari TRT World, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain sumpah "mata ganti mata", Araghchi memperingatkan bahwa negara-negara pendukung serangan tersebut juga akan dianggap sebagai target yang sah.
"Mereka yang berkontribusi pada agresi tersebut, apa pun jenis dukungannya, juga akan dianggap sebagai target yang sah," tegasnya.
Stasiun televisi pemerintah Iran mengutip pernyataan militer yang mengatakan bahwa ancaman AS tidak akan menghasilkan apa pun selain perluasan perang.
Peringatan ini muncul setelah Araghchi menegaskan kembali bahwa Iran akan menanggapi setiap serangan di wilayahnya menyusul meningkatnya retorika dari Washington mengenai jalur maritim strategis dan fasilitas nasional.
Sementara itu, kelompok Houthi Yaman mengklaim serangan militer terhadap dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, yang berpotensi membuka front baru dalam perang AS-Iran yang melanda kawasan tersebut.
Klaim tersebut muncul ketika Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap target militer Iran, menandai malam ke-12 berturut-turut serangan AS terhadap Iran.
Kelompok Houthi mengatakan mereka telah melakukan serangan rudal dan drone terhadap dua kapal tanker Saudi yang "melanggar blokade", menyebutkan kapal-kapal tersebut sebagai Encelia dan Layla.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari RTE, pemantau keamanan angkatan laut Inggris, UKMTO, mengatakan kapten sebuah kapal tanker melaporkan terkena proyektil tak dikenal sekitar 70 mil laut barat daya Al Shuqaiq, menyebabkan kebakaran yang sedang dipadamkan oleh awak kapal.
Eskalasi di Laut Merah ini menyusul ancaman Houthi untuk memblokade pelabuhan Saudi, memperluas tekanan pada jalur pelayaran utama Timur Tengah yang sudah terguncang oleh pertempuran di Selat Hormuz.