
UPdates—Mantan kepala militer Israel, Gadi Eisenkot pada hari Rabu menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengarang klaim bahwa Iran memiliki senjata nuklir untuk menakut-nakuti publik Israel.
You may also like :
Senjata Menipis, Netanyahu Setuju Gencatan Senjata Hari Ini, Menteri Israel: Kesalahan Besar
Harian Israel Yedioth Ahronoth menyebut pemimpin oposisi itu menyampaikan pernyataan tersebut pada sebuah konferensi di Israel tengah. Ia mengatakan bahwa pernyataan Netanyahu baru-baru ini tentang kemampuan nuklir Iran adalah salah.
You might be interested :
Genderang Perang Kembali Berdentum, Israel Sudah Buka Bunker, Trump Singgung Perang Butuh 2-3 Minggu
“Netanyahu mengatakan hal-hal yang menjijikkan. Iran sama sekali tidak memiliki bom nuklir. Dia memalsukan kenyataan untuk menakut-nakuti publik Israel,” kata Eisenkot, yang juga kepala partai Yashar, seperti dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Rabu, 1 Juli 2026.
Surat kabar tersebut mengatakan Eisenkot merujuk pada komentar yang dibuat Netanyahu pada hari Selasa dalam sebuah wawancara dengan Channel 14 Israel.
“Saya memasuki Iran dua kali untuk menyelamatkan kita dari kehancuran oleh bom atom yang sudah ada di tangan mereka,” ujar Netanyahu dalam wawancara itu.
Eisenkot, yang menjabat sebagai kepala staf militer Israel dari tahun 2015 hingga 2019, mengumumkan pada hari Selasa bahwa ia bermaksud untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri.
Pada Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangan yang menargetkan instalasi dan infrastruktur militer Iran, sebelum konfrontasi meluas menjadi baku tembak langsung.
Israel juga melakukan operasi militer skala besar terhadap target di dalam Iran pada Juni 2025, dengan mengatakan bahwa operasi tersebut menargetkan program nuklir dan kemampuan rudal Teheran.
Iran membantah berupaya mendapatkan senjata nuklir, dan bersikeras bahwa program nuklirnya sepenuhnya bersifat damai.
Tidak ada laporan internasional yang mengkonfirmasi bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
Wawancara Netanyahu dengan Channel 14 yang berhaluan kanan terjadi ketika Israel bersiap untuk pemilihan umum yang diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.
AS dan Israel menuduh Iran mempertahankan program nuklir dan rudal yang mengancam Israel dan sekutu regional AS.
Teheran mempertahankan program nuklirnya bersifat damai dan mengatakan bahwa mereka tidak mengejar senjata nuklir.
Israel, yang menduduki wilayah Palestina serta tanah di Lebanon dan Suriah, secara luas diyakini oleh para ahli internasional sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan nuklir, meskipun belum pernah secara resmi mengakuinya.
Fasilitas nuklirnya tidak tunduk pada pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).