
UPdates—Peta penerbangan dunia tampak sedikit berbeda tahun ini. Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan berhasil menggeser posisi Bandara Internasional Dubai sebagai bandara tersibuk di dunia.
You may also like :
Gigit Lidah Pemerkosanya Hingga Putus dan Divonis Salah, Wanita di Korsel Disidang Ulang Setelah 61 Tahun
Berdasarkan data awal dari Airports Council International (ACI) yang dirilis oleh pihak Incheon, bandara di Seoul tersebut melayani 38,4 juta penumpang internasional selama enam bulan pertama tahun 2026.
Setelah dikonfirmasi oleh ACI dalam Laporan Lalu Lintas Bandara Dunia (World Airport Traffic Report) yang akan dirilis bulan depan, bandara ini akan menempati peringkat pertama sebagai bandara tersibuk di dunia untuk pertama kalinya sejak dibuka pada tahun 2001.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Condé Nast Traveller, Kamis, 20 Agustus 2026, Bandara Internasional Dubai diperkirakan akan terlempar dari posisi lima besar tahun ini.
Sebelumnya, Bandara Internasional Dubai selalu menempati peringkat pertama untuk lalu lintas internasional selama 12 tahun terakhir.
Penurunan ini terjadi menyusul pecahnya perang antara AS dan Iran yang mengubah pola penerbangan global sejak dimulai pada Februari 2026.
Data ACI menunjukkan jumlah penumpang di hub perjalanan UEA tersebut merosot dari 7,4 juta pada bulan Februari menjadi hanya 2,5 juta pada bulan Maret.
Incheon sementara itu mencatat peningkatan sebesar 18% dalam jumlah penumpang transit tahun ini, karena banyak pelancong yang sebelumnya melakukan transit di wilayah Teluk saat menuju Eropa harus mengubah rute perjalanan mereka akibat penutupan wilayah udara.
Tahun ini, London Heathrow diperkirakan menempati peringkat kedua dengan catatan 37,79 juta penumpang pada paruh pertama tahun tersebut.
Bandara Changi Singapura di peringkat ketiga. Mereka melayani 34,53 juta penumpang internasional melalui terminalnya selama periode yang sama.
Bukan hanya perang yang berkontribusi terhadap lonjakan tajam jumlah penumpang di Incheon. Menurut pihak bandara, perluasan infrastruktur (yang rampung pada tahun 2024) telah memungkinkannya menangani volume lalu lintas yang lebih besar. Mereka kini melayani 101 maskapai penerbangan dengan rute ke 158 destinasi internasional.
Meningkatnya minat global terhadap budaya Korea, mulai dari acara TV hingga musik, kuliner, kecantikan, dan mode juga berpengaruh.
Tidak mengherankan jika peringkat bandara ini terus menanjak; dari posisi kelima pada tahun 2018, naik ke posisi ketiga tersibuk pada tahun 2024 dan 2025, hingga kini berhasil meraih posisi puncak.
Sebelum konflik terjadi, status global Dubai sebagai pusat pariwisata dan destinasi transit terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada bulan April, bandara ini dinobatkan sebagai bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional pada tahun 2025, dengan catatan 95,2 juta penumpang internasional yang tiba di kota tersebut dalam kurun waktu 12 bulan.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,1% dibandingkan tahun 2024 dan kenaikan 10,3% dibandingkan angka sebelum pandemi pada tahun 2019.
Di tengah ketegangan yang masih berlangsung dan keputusan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) untuk memperpanjang imbauan terkait zona konflik di wilayah Teluk hingga 31 Agustus, belum dapat dipastikan kapan lalu lintas udara di kawasan tersebut akan kembali ke tingkat sebelum masa perang.