
UPdates—Seorang pimpinan eksekutif bank di Michigan, AS, kehilangan pekerjaannya setelah menuai kecaman akibat foto di media sosial yang memperlihatkan keluarganya mengenakan kaus bertuliskan "Lake America".
You may also like :
Di Wilayah Musuhnya, Presiden Iran Sampaikan Pidato Menantang: Kami tidak Akan Pernah Tunduk
Itu dianggap sebagai sebuah referensi terhadap langkah Presiden AS, Donald Trump mengubah nama Danau Ontario yang terletak di perbatasan AS dan Kanada.
You might be interested :
Presiden Suriah Candai Trump untuk Berikan New Jersey ke Israel karena Dataran Tinggi Golan Milik Rakyatnya
Foto Jane Smith dari Family First Credit Union bersama tiga kerabat yang mengenakan kaus crewneck berwarna biru tua dengan tulisan "Lake America" baru-baru ini viral setelah dibagikan medsos.
Foto tersebut diambil saat keluarganya hendak berangkat untuk perjalanan selama 10 hari ke Halifax, Nova Scotia pada 11 September.
Jane Smith mengatakan bahwa tulisan "Lake America" pada kaus tersebut ditambahkan ke tubuh mereka menggunakan teknologi AI.
"Kami tidak bermaksud membuat pernyataan politik," ujar Smith kepada media WJRT di Michigan sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Independent, Sabtu, 26 September 2026.
Ia menyebut maksud mereka hanya berkelakar. "Namun, kami hanya ingin sedikit berseloroh mengenai fakta bahwa nama salah satu Danau Besar (Great Lakes) itu diubah," jelasnya.
Tapi niat bercanda itu tak diterima baik oleh publik dan Family First Credit Union mengumumkan pada hari Rabu waktu AS bahwa Jane Smith tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut dan Jason Acosta, sang Chief Operations Officer (COO), akan menjabat sebagai CEO sementara.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kekhawatiran, kekecewaan, dan rasa sakit hati yang ditimbulkan oleh situasi ini bagi para anggota dan masyarakat," tulis pihak bank di Facebook.
"Kami memahami bahwa anggota masyarakat mungkin memiliki pandangan berbeda mengenai keputusan ini. Tanggung jawab kami adalah bertindak demi kepentingan terbaik Credit Union, menjaga kepercayaan anggota, dan terus mengutamakan kepentingan masyarakat," lanjutnya.
Jane Smith mengatakan bahwa foto tersebut dibuat setelah ia dan keluarganya membahas perintah eksekutif presiden yang ditandatangani bulan lalu untuk mengubah nama Danau Ontario.
Arahan tersebut dikeluarkan di tengah memanasnya perang dagang dengan Kanada dan dianggap sebagai sindiran terhadap negara tetangga di utara Amerika tersebut.
Ia menjelaskan bahwa keluarganya mengambil foto tersebut lalu memprosesnya menggunakan ChatGPT untuk menambahkan tulisan "Lake America" pada kaus mereka.
"Kami tidak pernah memiliki kaus yang sebenarnya. Kami tidak pernah mengenakan kaus tersebut," ujarnya kepada WJRT.
"Saya mengerti jika ada orang di Halifax yang melihat sekelompok orang datang mengenakan kaus seperti itu, hal tersebut sangat menyinggung perasaan, dan saya paham mengapa mereka bisa begitu marah," ungkap Smith.
Keluarganya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan mereka lebih awal karena Jane Smith mengaku menerima ancaman pembunuhan.
"Saya bukanlah orang yang ingin menyinggung atau menyakiti siapa pun. Saya menyesal telah membuat unggahan yang mungkin membuat seseorang merasa bahwa kami tidak menghargai mereka sebagai sesama manusia," ujar Smith.
Tuntutan Trump untuk mengubah nama penanda geografis—yang juga mencakup usulan mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika—telah memicu kontroversi besar.
Raksasa teknologi Google dan Apple sama-sama menuai kritik karena mengubah tampilan aplikasi peta mereka untuk menampilkan nama Danau Ontario dan Danau Amerika bagi pengguna di Amerika Serikat.