
UPdates–Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada hari Minggu menyampaikan peringatan tegas dan lugas kepada Amerika Serikat agar tidak melakukan agresi militer apa pun terhadap negaranya.
You may also like :
Saudi Tuduh Houthi Serang Pembangkit Listrik di Madinah yang Suplai Masjid Nabawi
Dalam keterangan persnya, Araghchi menekankan bahwa potensi serangan apa pun akan membawa konsekuensi berat.
You might be interested :
Menlu Iran Tegaskan Mereka Siap Perang "Kiamat", Trump Bilang Negosiasi Akan Dilanjutkan
"Jika kami diserang, tanggapan kami akan lebih kuat daripada sebelumnya," katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Voice of Emirates, Minggu, 4 Oktober 2026.
Pada saat yang sama, sang menteri menunjukkan fleksibilitas diplomatik dengan menegaskan kembali komitmen teguh Teheran terhadap perdamaian dan jalur diplomatik yang adil untuk menyelesaikan semua sengketa serta masalah yang belum tuntas dengan Washington.
Ia juga mencatat bahwa mereka yang berupaya mengisolasi Iran di kancah internasional telah gagal total dalam mencapai tujuan mereka.
Pernyataan keras Iran ini muncul setelah pengumuman Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai keputusan tegas untuk menghentikan ekspor minyak Iran melalui jalur laut secara total dan permanen.
Langkah ini merupakan inti dari strategi tekanan keras yang dijalankan oleh pemerintahan AS saat ini. Keputusan tersebut juga bertujuan untuk melumpuhkan ekonomi Iran serta mengisolasi Teheran secara finansial dan ekonomi, guna memaksanya mengubah perilaku regionalnya.
Menanggapi rangkaian sanksi dan tekanan ekonomi yang terus meningkat, Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa rakyat Iran senantiasa mendambakan perdamaian dan stabilitas, seraya mendesak pemerintah AS untuk memilih jalan yang bijak dan rasional.
Araghchi menutup pesannya dengan menegaskan bahwa negaranya berada dalam kondisi kesiapan maksimal.
"Jika Washington menempuh opsi militer, kami lebih siap dari sebelumnya untuk menghadapi skenario apa pun," tandasnya.