
UPdates—Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memperingatkan negara-negara tetangganya terhadap apa yang ia sebut sebagai "operasi bendera palsu" Israel menyusul serangan drone terhadap kapal gas di Pelabuhan Damietta, Mesir. Ia mengatakan keamanan Mesir adalah hal yang terpenting bagi Teheran.
You may also like :
Iran Ejek Trump: Kami akan Buka Selat Hormuz atas Perintah Imam Khamenei, bukan atas Cuitan Beberapa Idiot
Dalam sebuah unggahan di X, Araghchi menggambarkan Mesir sebagai teman dan mitra penting di kawasan. "Keamanannya sangat penting bagi kami," tulisnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Jumat, 31 Juli 2026.
You might be interested :
Dokumen Rahasia Bocor, Jaksa Agung Israel akan Interogasi Netanyahu
"Kita semua harus waspada terhadap rencana dan operasi bendera palsu Israel yang dirancang untuk merusak perdamaian regional," katanya.
Menurutnya, Israel tidak pernah mau membiarkan umat Islam bersatu. "Ancaman itu jelas, timbal balik, dan takut akan solidaritas Muslim," tambahnya.
Komentar tersebut muncul sehari setelah serangan pesawat tak berawak membakar dua kapal pengangkut gas di Pelabuhan Damietta, Mesir, di pesisir Mediterania.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly mengatakan pada Kamis pagi waktu setempat bahwa pihak berwenang telah menemukan puing-puing pesawat tak berawak tersebut dan sedang melakukan analisis keamanan untuk menentukan asal muasalnya.
Mostafa Madbouly menekankan bahwa Kairo akan mendasarkan kesimpulannya pada fakta, bukan spekulasi.
Pihak berwenang Mesir mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kebakaran tersebut disebabkan oleh pesawat tak berawak, sambil mencatat bahwa belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan penyelidikan terus dilakukan untuk menentukan keadaan di sekitar serangan tersebut.