Sejumlah rudal dan sistem pertahanan milik Iran. (foto:Doc.REUTERS/Majid Asgaripour)

Iran Umumkan Persediaan Rudal dan Drone Mereka Cukup untuk Perang Bertahun-tahun

29 April 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Iran mengklaim memiliki persediaan rudal dan drone yang cukup untuk menopang perang bertahun-tahun, menurut seorang anggota parlemen senior Iran.
  • Wakil kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyatakan bahwa Teheran belum menunjukkan kemampuan penuhnya.
  • Boroujerdi menolak adanya blokade angkatan laut yang efektif dan mengklaim bahwa sekitar 120 kapal menunggu di dekat Selat Hormuz untuk transit.
  • Selat Bab al-Mandeb dianggap sama pentingnya secara strategis dengan Selat Hormuz, dan perkembangan di sana dapat memengaruhi jalur maritim.
  • Iran tidak akan mundur dari hak kedaulatannya atas Selat Hormuz dan akan diperjuangkan dalam negosiasi.
  • Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) akan menggunakan kemampuan baru jika terjadi tindakan militer AS terhadap negara tersebut.
  • Gencatan senjata antara AS dan Iran telah diperpanjang, namun negosiasi untuk mencapai kesepakatan masih berlangsung.
atau

UPdates—Persediaan rudal dan drone Iran cukup untuk menopang perang bertahun-tahun menurut seorang anggota parlemen senior Iran pada hari Rabu, 29 April 2026.

You may also like : trump xi jinTrump Ancam China Jika Kirim Senjata ke Iran, China Bilang jangan Cari Sensasi

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita semi-resmi Tasnim, Alaeddin Boroujerdi, wakil kepala Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, mengatakan Teheran belum mengungkapkan kemampuan penuhnya.

You might be interested : iran rudalPangkalan AS di Qatar Diserang, Trump Malah Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Iran

"Kami belum menunjukkan kartu baru kami," katanya dalam komentar yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Tasnim sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Rabu, 29 April 2026.

Boroujerdi menolak apa yang digambarkannya sebagai blokade angkatan laut, menyebutnya tidak efektif, dan mengklaim bahwa sekitar 120 kapal saat ini menunggu di dekat Selat Hormuz untuk transit.

Ia menambahkan bahwa banyak kapal Iran terus beroperasi tanpa intervensi dari pasukan AS.

Mengacu pada dinamika regional, ia mengatakan Selat Bab al-Mandeb, yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden, sama pentingnya secara strategis dengan Selat Hormuz, dan menambahkan bahwa perkembangan di sana juga dapat memengaruhi jalur maritim.

Boroujerdi juga mengatakan Iran tidak akan mundur dari apa yang ia sebut sebagai hak kedaulatannya atas Selat Hormuz, dan menambahkan bahwa hal ini akan diperjuangkan dalam negosiasi.

Secara terpisah, Hamad Akbarzadeh, asisten politik komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan angkatan laut akan menggunakan kemampuan baru jika terjadi tindakan militer AS terhadap negara tersebut.

Berbicara di sebuah pertemuan publik di kota Minab di selatan pada hari Selasa, ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat melakukan tindakan militer, Angkatan Laut IRGC akan menggunakan apa yang ia sebut sebagai sistem penargetan canggih dan kemampuan operasional baru.

Ia mengatakan kemampuan tersebut dapat digunakan terhadap kapal-kapal angkatan laut besar di wilayah tersebut.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang mendorong Teheran untuk merespons dengan serangan terhadap apa yang digambarkan sebagai kepentingan AS di seluruh wilayah tersebut, banyak di antaranya berada di negara-negara Teluk.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan yang diadakan di Islamabad pada 11-12 April, tetapi negosiasi berakhir tanpa kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan gencatan senjata telah diperpanjang atas permintaan Pakistan sambil menunggu proposal dari Teheran.

Ia memberi sinyal pada hari Senin bahwa ia kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang setelah Teheran mengusulkan rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz sambil meninggalkan pertanyaan tentang program nuklirnya untuk negosiasi selanjutnya.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

russell

Bertrand Russell

"Perang tidak menentukan siapa yang benar, hanya siapa yang tersisa"
Load More >