
UPdates - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut bahwa serangan rudal yang mereka lancarkan ke sejumlah posisi strategis militer Israel pada Minggu malam waktu setempat hanyalah merupakan tembakan peringatan.
You may also like :
1.000-an Kapal tak Berani Masuki Selat Hormuz, IRGC Tawarkan Akses Bebas tapi Syaratkan Usir Dubes AS dan Israel
IRGC menegaskan bahwa setiap respons Israel akan memicu pembalasan yang lebih dahsyat dan komprehensif.
You might be interested :
Usai Umumkan Perang Terus Lanjut dan Bantah Netanyahu, Juru Bicara IRGC Terbunuh
Disadur keidenesia.TV dari Aljazeera, Senin, 8 juni 2026, penegasan IRGC merupakan indikasi bahwa Iran tidak berniat untuk melanjutkan serangan rudal terhadap Israel.
Iran diprediksi kini bersiap menghadapi kemungkinan respons Israel.
Dinamika yang ingin diciptakan Iran adalah bahwa hubungan antara Iran dan Israel tidak lagi bersifat timbal balik. Namun, Israel harus menghentikan serangannya terhadap Lebanon.
Masalahnya sekarang adalah apakah Israel akan membalas. Mereka berada di bawah tekanan dari pihak Amerika untuk tidak melakukannya.
Jika Israel tidak menanggapi Iran, tetapi terus menyerang Lebanon, maka tujuan serangan Iran malam ini akan sia-sia. Iran tidak akan puas dengan itu, dan sekutunya di Lebanon juga tidak akan menganggap ini sebagai sesuatu yang berarti.
Jika Israel menghentikan serangannya di Lebanon, maka ini akan dianggap sebagai kemenangan besar di Iran, dan Iran akan menganggapnya sebagai langkah yang dapat dibangun untuk negosiasi di Pakistan.
Sebelumnya, pada Minggu, 7 Juni 2026 malam waktu setempat, Korps Garda Revolusi Islam Iran melancarkan serangan rudal balistik ke sejumlah posisi strategis militer Israel, termasuk ke Pangkalan Udara Ramat David di Israel dengan rudal.
Mereka menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan Israel di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.
IRGC menuduh Israel dan Amerika Serikat melanggar gencatan senjata yang menurut Iran telah diterima pada 8 April, dengan menuduh adanya serangan berkelanjutan di Lebanon dan serangan terhadap kepentingan Iran di Selat Hormuz, Laut Oman, dan Samudra Hindia.
"Operasi malam ini adalah peringatan," kata pernyataan itu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Shafaq News, Senin, 8 Juni 2026.