Seorang pengunjung memotret kalung platinum milik Ratu Nazli dari Mesir, di pameran Pierres Précieuses di Paris. (foto:Dok.Stéphane de Sakutin/AFP/Getty)

Kalung Bertatahkan 673 Berlian Milik Ratu Mesir Dicuri di Wina Austria

29 August 2026
Font +
Font -

UPdates - Polisi Austria kini tengah memburu dua pria yang diduga mencuri kalung platinum 200 karat bertatahkan 673 berlian yang dipinjamkan ke sebuah museum di Wina dan pernah menjadi milik keluarga kerajaan Mesir.

Pihak berwenang di ibu kota merilis foto-foto tersangka yang terekam kamera keamanan saat perampokan di Museum Seni Terapan (MAK), di tengah maraknya pencurian spektakuler dengan modus pecah kaca dari lembaga-lembaga budaya Eropa.

Para pria yang tidak mengenakan topeng itu membeli tiket pameran sebelum menghancurkan etalase kaca dengan palu selama jam buka pada Kamis siang dan melarikan diri dengan kalung berlian tersebut.

Dalam imbauan untuk meminta informasi dari masyarakat, polisi mengatakan: “Para pelaku melarikan diri dengan perhiasan tersebut ke arah yang tidak diketahui.”

Para petugas menyebar ke seluruh pusat kota dan mengerahkan anjing pelacak polisi untuk mencari para tersangka.

Surat kabar Kronen mengatakan para penyelidik percaya bahwa orang-orang itu kemungkinan sedang menjalankan "pekerjaan kontrak" atas nama sebuah geng kriminal.

MAK mengatakan bahwa perhiasan tersebut dicuri dari pameran perhiasan yang telah dipajang sejak Juni, menampilkan lebih dari 300 karya dari desainer Prancis Van Cleef & Arpels. Tidak ada yang terluka, meskipun ada beberapa saksi di ruangan tersebut pada saat itu.

Disadur Keidenesia.TV dari The Guardian, Sabtu, 29 Agustus 2026, dokumentasi untuk pameran tersebut menyebutkan bahwa kalung itu pernah menjadi milik Permaisuri Nazli dari Mesir, yang mengenakannya pada pernikahan putrinya, Fawzia, dengan putra mahkota Iran saat itu, Mohammad Reza Pahlavi , yang kemudian menjadi Shah, pada tahun 1939. Kalung itu dijual oleh Sotheby's di New York pada tahun 2015 seharga $4,3 juta atau sekitar Rp76 miliar.

MAK mengatakan pameran tersebut menyatukan sekitar 200 "benda unik dan jarang terlihat" dari koleksinya sendiri dan karya-karya yang mencakup sejarah 120 tahun rumah perhiasan Paris tersebut, dari koleksi warisan Van Cleef & Arpels.

Museum-museum Eropa telah dilanda serangkaian perampokan besar sejak para pencuri membobol museum Louvre di Paris pada siang hari bulan Oktober lalu dan melarikan diri dalam hitungan menit dengan perhiasan mahkota senilai €88 juta atau sekitar Rp1,8 triliun.

Di Spanyol pada hari Kamis, para pencuri merampok Harta Karun Villena , sebuah koleksi artefak emas zaman perunggu yang digambarkan sebagai salah satu timbunan prasejarah terpenting di Eropa.

Bulan ini, empat karya terpenting dari maestro Renaisans abad ke-15, Antonello da Messina, dicuri selama hari libur nasional dari sebuah museum di kota pelabuhan Messina, Sisilia.

Dua hari sebelumnya, polisi Italia mengatakan mereka telah menemukan kembali tiga lukisan karya maestro Prancis Paul Cézanne, Pierre-Auguste Renoir, dan Henri Matisse yang dicuri tahun ini dari sebuah museum pribadi di dekat kota Parma di utara.

Sebuah laporan dari Europol bulan ini menemukan bahwa perampokan di museum-museum Eropa semakin brutal, dengan para pencuri terkadang mengacungkan senjata api, menyerang staf, dan menggunakan palu godam, kapak, bahkan bahan peledak untuk menerobos masuk dan mendapatkan barang curian yang mereka incar.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >