
UPdates—Presiden AS, Donald Trump menegur Menteri Pertahanan, Pete Hegseth dalam rapat kabinet pekan lalu di Camp David, Maryland, terkait kekurangan parah amunisi yang membatasi opsi militer terhadap Iran.
You may also like :
Penyelamatan Pilot AS Diusul Jadi Film, Rambo Kalah, Kedubes Iran: Amerika Menang Perang hanya di Hollywood
Washington Post, mengutip dua sumber yang mengetahui percakapan tersebut, melaporkan bahwa Trump menuntut penjelasan setelah mengetahui bahwa kekurangan senjata utama—termasuk rudal kendali jarak jauh dan pencegat pertahanan udara—belum teratasi, padahal ia mengira masalah tersebut sudah dibereskan.
You might be interested :
Senator AS: Perang Iran Berjalan Buruk karena Militer Menerima Perintah dari Orang Tua Pikun
Laporan itu menyebutkan bahwa kekurangan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Trump menahan diri untuk melancarkan serangan berskala besar tambahan terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 6 Agustus 2026, laporan itu juga menambahkan bahwa produksi rudal Patriot bisa memakan waktu hingga dua tahun, meskipun telah ada kesepakatan produksi baru.
Menurut laporan tersebut, Hegseth membela diri dalam percakapan itu dan menyalahkan Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg atas kekurangan tersebut serta karena tidak memastikan Trump mendapat informasi lengkap mengenai kondisi stok amunisi AS.
Gedung Putih membantah laporan tersebut. Sekretaris pers Karoline Leavitt menyebutnya sebagai "berita palsu 100%" dan menyatakan bahwa Presiden Trump sangat memercayai Menteri Hegseth.
Pentagon juga menepis klaim tersebut. Juru bicara utama Sean Parnell mengatakan Hegseth tidak menyesatkan siapa pun mengenai kondisi amunisi AS dan menyebut tuduhan itu sebagai sesuatu yang "fiktif."