
UPdates—Layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak di Jalur Gaza memicu ancaman Israel untuk melakukan pembunuhan terarah dan mengevakuasi kawasan permukiman.
You may also like :
PM Israel Netanyahu Dikhianati Ajudan, Bocorkan Dokumen Rahasia Gaza
Militer Israel mengakui bahwa layang-layang yang ditemukan di dekat Gaza tidak membawa bahan mencurigakan ataupun menimbulkan bahaya dan Hamas menganggap ancaman mereka ngawur.
You might be interested :
Dicap Pembunuh Berdarah Dingin, Israel Bunuh 1.513 Pekerja Kemanusiaan di Gaza
Media Israel melaporkan dalam beberapa hari terakhir bahwa sejumlah layang-layang telah mencapai wilayah permukiman di dekat Jalur Gaza.
Informasi lapangan yang diperoleh Anadolu menunjukkan bahwa layang-layang tersebut umumnya diterbangkan oleh anak-anak sebagai sarana rekreasi, terutama di kamp-kamp pengungsian, saat mereka mencari sedikit hiburan di tengah kondisi keras akibat genosida yang dilakukan Israel di wilayah kantong tersebut.
Layang-layang ringan ini dikendalikan menggunakan tali dari darat. Namun, jika tali putus, embusan angin dapat membawanya hingga ke luar wilayah Gaza, di mana terdapat kawasan permukiman yang jaraknya hanya beberapa kilometer dari wilayah permukiman Israel di seberang perbatasan.
Meskipun tidak ditemukan bahan peledak pada layang-layang yang ditemukan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz pada hari Minggu mengancam akan meningkatkan operasi pembunuhan terarah di Gaza serta mengevakuasi warga Palestina dari kawasan permukiman jika peluncuran semacam itu terus berlanjut.
Dalam pernyataan bersama usai rapat evaluasi keamanan yang dihadiri oleh Kepala Staf Umum militer Israel Eyal Zamir dan sejumlah pejabat tinggi militer, Netanyahu dan Katz memperingatkan bahwa militer akan meningkatkan operasi pembunuhan terarah terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Mereka juga mengancam akan mengevakuasi penduduk dari wilayah-wilayah yang menurut Israel menjadi lokasi peluncuran layang-layang, balon, atau pesawat nirawak (drone).
Sebelumnya pada hari Minggu, Katz memerintahkan militer untuk bertindak "segera dan tegas" terhadap layang-layang dan balon yang datang dari Gaza.
"Balon itu sama seperti layang-layang, dan layang-layang itu sama seperti pesawat nirawak, baik membawa bahan peledak maupun tidak," ujarnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Senin, 24 Agustus 2026.
Mainan anak-anak
Ancaman tersebut memicu cemoohan sekaligus kekhawatiran di kalangan warga Palestina di Gaza. Sebagian pihak khawatir ancaman itu dapat digunakan sebagai pembenaran bagi eskalasi militer Israel yang lebih luas.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, memperingatkan agar tidak menanggapi klaim Israel mengenai apa yang ia sebut sebagai mainan anak-anak di kamp pengungsian tersebut.
"Ancaman-ancaman yang didasarkan pada dalih rekaan ini merupakan upaya untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, bahkan sampai pada titik mengancam anak-anak di Jalur Gaza," kata Qassem.
Ia mendesak pemerintah AS, pihak mediator, negara-negara penjamin, dan Dewan Perdamaian untuk menekan Israel agar menghentikan serangan yang menurutnya merusak gencatan senjata—kesepakatan yang dipatuhi sepenuhnya oleh pihak Palestina.
Bagaimana mungkin negara bersenjata nuklir takut pada layang-layang?
Analis politik Iyad al-Qarra mengatakan kepada Anadolu bahwa ancaman Israel dapat melayani tujuan militer maupun politik domestik.
Ia mengatakan hal itu bisa menjadi sinyal niat untuk melanjutkan serangan udara yang lebih luas dengan dalih yang dianggapnya lemah, sekaligus memenuhi tujuan politik domestik selama masa pemilihan umum di Israel.
Al-Qarra mencatat bahwa kalangan militer dan keamanan Israel sendiri telah menyatakan bahwa layang-layang tersebut tidak menimbulkan ancaman.
Ia berpendapat bahwa Israel berusaha menciptakan situasi eskalasi dan mengalihkan perhatian publik domestik sembari menghindari kewajibannya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata Gaza.
"Bagaimana mungkin negara bersenjata nuklir seukuran Israel merasa khawatir dengan layang-layang yang diterbangkan oleh anak-anak?" ujarnya.
Militer sebut layang-layang tidak berbahaya
Militer Israel pada hari Sabtu menyatakan bahwa empat layang-layang ditemukan di dekat kawasan Nahal Oz dalam kurun waktu sekitar 24 jam—satu pada hari Jumat dan tiga lainnya pada keesokan paginya.
Setelah melakukan pemeriksaan, militer mengakui bahwa tidak ditemukan bahan mencurigakan dan layang-layang tersebut tidak membahayakan masyarakat.
Pernyataan militer itu tidak menyertakan bukti bahwa layang-layang tersebut sengaja diterbangkan ke wilayah Israel.
Terlepas dari temuan tersebut, para kepala dewan lokal Israel di dekat Gaza mendesak adanya respons militer, sebelum Katz memerintahkan tindakan terhadap layang-layang yang masuk ke Israel dari wilayah kantong tersebut.
Pasukan Israel telah melakukan pelanggaran setiap hari terhadap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025; pelanggaran ini telah menewaskan 1.286 orang dan melukai 4.257 lainnya, menurut data Kementerian Kesehatan Palestina.
Israel melancarkan perang terhadap Gaza pada Oktober 2023, yang menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, melukai lebih dari 174.000 orang, serta menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut.