
UPdates—Enam hari setelah operasi SAR pencarian kapal pembawa lima jurnalis peliput Gunung Anak Krakatau (GAK) ditutup pada Kamis, 17 September 2026, titik terang terkait menghilangnya mereka bersama speedboat yang ditumpangi akhirnya muncul.
You may also like :
Tim SAR belum Temukan Tanda-Tanda Keberadaan 5 Wartawan Peliput Anak Krakatau
Rabu, 23 September hari ini, aparat mengumumkan telah menemukan mayat pria tanpa identitas yang merupakan kru kapal cepat (speedboat) Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda awal bulan ini. Korban ditemukan perairan Pulau Enggano, Bengkulu.
You might be interested :
5 Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau, Wagub Jihan: Sekali Lagi, Jangan Beraktivitas dalam Radius 3 Km dari Kawah Aktif
Jenazah tersebut diketahui bernama Surakman (60), salah satu kru kapal yang merupakan warga Carita, Pandeglang, Banten. Kepastian itu didapat berdasarkan pencocokan DNA. Surakman adalah satu dari delapan orang di kapal Arupadatu 1 pembawa rombongan jurnalis.
Mayat Surakman ternyata sudah ditemukan pada Sabtu, 12 September lalu di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu Utara, Bengkulu.
"Pada hari Sabtu, hari kelima pencarian, kita mendapatkan informasi dari Bengkulu, bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, ditemukan seorang jenazah Mr X," ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam konferensi pers di Mapolda Banten, Serang, Rabu, 23 September 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia.
Jenazah yang ditemukan itu kemudian dibawa dengan pesawat Cessna menuju RS Bhayangkara Polda Bengkulu. Dari koordinasi pemeriksaan Polda Banten dan Polda Bengkulu, lewat data antemortem dan posmortem anggota keluarga delapan orang dalam kapal didapatkan bahwa DNA korban cocok dengan Surakman.
"Hasil identifikasi berdasarkan pemeriksaan DVI, secara genetik, jenazah teridentifikasi sebagai Surakman atau ABK Kapal," jelas Hengki dalam konferensi pers yang dihadiri Gubernur Banten Andra Soni dan Kepala Basarnas Banten Al Amrad.
Untuk diketahui, awak kapal dalam speedboat itu adalah Warta (55) selaku kapten kapal; Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK); dan Heriyanto (49) selaku guide atau pemandu.
Sementara lima jurnalis yang mereka bawa adalah M Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com), Yudistiro (Pewarta Foto iNews.id), Firman (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas).