
UPdates—Kylian Mbappé dengan tegas membela gaya bermainnya. Ia menepis anggapan bahwa etos kerjanya saat tidak menguasai bola—bersama rekan setimnya, Vinícius Júnior—menjadi masalah bagi Real Madrid.
You may also like :
Cedera Pergelangan Kaki, Mbappe Yakin Bisa Tampil di Semifinal
Kapten Prancis itu juga menyatakan bahwa tahun ini mungkin menjadi tahun yang tepat untuk memenangkan Ballon d'Or setelah performa mencetak golnya di Piala Dunia.
You might be interested :
Piala Dunia Bikin Sulit Prediksi Pemenang Ballon d’Or 2026: Rodri, Messi, Yamal, Kane, dan Mbappe sebagai Kandidat
Madrid menelan kekalahan pertama mereka musim ini di La Liga pada hari Jumat, takluk 1-0 dari Real Betis di mana Mbappé gagal mengeksekusi penalti di menit-menit akhir.
Kini, mereka bersiap menjamu Inter Milan dalam laga pembuka fase liga Liga Champions.
Mbappé telah menjalani dua musim tanpa memenangkan trofi utama sejak bergabung dengan Madrid, sementara mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), justru menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut dalam periode yang sama.
"Hanya saya dan Vinicius?" jawab Mbappé dalam konferensi pers hari Senin, saat ditanya apakah para penyerang Madrid perlu lebih banyak membantu pertahanan dibandingkan dengan Ousmane Dembélé (PSG) dan Raphinha (Barcelona) sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari ESPN, Senin, 7 September 2026.
"Tentu saja kami harus berkembang; itu hal yang wajar. Tapi saya bisa saja bersikap arogan dan mengatakan bahwa saya mencetak lebih banyak gol daripada dua pemain yang Anda sebutkan itu, dan bahwa merekalah yang seharusnya mencetak lebih banyak gol agar bisa seperti saya,” tegasnya.
Namun, ia menyatakan ingin bersikap bijak dan mengakui bahwa tentu saja dirinya perlu berkembang, meskipun ia melakukan hal-hal yang tidak dilakukan pemain lain seperti Dembélé dan Raphinha.
“Tapi saya tidak suka membuat perbandingan. Itu perdebatan yang tidak ada ujungnya. Semua orang di Real Madrid harus berbenah dalam aspek ini, agar lebih sedikit memberikan peluang kepada lawan," jelasnya.
Mbappé mencetak 10 gol saat membawa Prancis melaju ke semifinal Piala Dunia musim panas ini—menjadikannya pencetak gol terbanyak sepanjang masa di kompetisi tersebut dengan total 22 gol dari tiga turnamen—dan kini disebut-sebut sebagai kandidat peraih Ballon d'Or putra tahun 2026.
"Saat Anda bermain untuk Real Madrid, klub terbaik di dunia, nama Anda akan selalu dikaitkan dengan penghargaan-penghargaan seperti ini," ujarnya.
"Saat orang-orang bertemu saya di jalan, banyak yang membicarakan hal itu... Saya menorehkan banyak sejarah musim panas ini, di kompetisi paling bergengsi. Namun, perjalanan masih panjang," tegasnya.
Mbappé mengakui bahwa ia "selalu" merasa dirinya sebagai pemain terbaik di dunia. "Tapi itu hal yang sangat personal," katanya.
Setiap orang kata dia punya pendapat masing-masing. “Ada yang beranggapan demikian, ada pula yang tidak. Tidak semua orang harus sepemikiran dengan saya. Tahun ini mungkin saat yang tepat untuk memenangkan Ballon d'Or, namun pemungutan suara dilakukan oleh para jurnalis, dan merekalah yang akan menentukan pilihannya," ujarnya.
Mbappé menepis anggapan bahwa suasana ruang ganti dan semangat kompetitif Madrid perlu diperbaiki di bawah asuhan pelatih baru José Mourinho, menyusul musim lalu yang sulit bersama Xabi Alonso dan Álvaro Arbeloa.
"Sangat sulit menjawab pertanyaan yang diawali dengan kalimat 'orang bilang'," ujarnya.
"Siapa yang bilang? Semua orang bisa bicara apa saja. Saya pun bisa bicara soal Anda, tapi itu bukan berarti benar. Namun, Mourinho adalah sosok yang tahu caranya meraih kemenangan dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya,” tegasnya.
"Apa maksudnya perbaikan di ruang ganti? Kondisinya sama saja seperti tahun lalu, hanya pelatihnya yang berbeda. Menurut saya, suasananya selalu bagus," tandasnya.