Mojtaba Khamenei dan Donald Trump (Foto: People Gazette Nigeria)

Menlu Iran Tegaskan Mereka Siap Perang "Kiamat", Trump Bilang Negosiasi Akan Dilanjutkan

28 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan pada hari Minggu bahwa negaranya siap untuk perang "kiamat" dengan AS, tetapi ia tetap membuka peluang diplomasi demi perdamaian.

You may also like : trump anadolu01Tolak Usulan Iran, Trump “Umumkan” Perang Lanjut Setelah Pemilu Sela AS November Nanti

Araghchi menyampaikan komentar tersebut saat tampil di acara "Meet the Press" NBC News setelah Sidang Umum PBB pekan lalu.

You might be interested : jane smith lake americaGara-Gara Tulisan Candaan di Baju Foto Keluarga, CEO Bank Dipecat dan Diancam Dibunuh

"Jika Anda bertanya kepada kami, tidak ada alasan mengapa kami harus kembali ke diplomasi, tetapi saya masih mencoba diplomasi karena saya pikir kita tidak boleh melewatkan kesempatan untuk perdamaian," kata Araghchi sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNBC, Senin, 28 September 2026.

Araghchi menegaskan, mereka siap meladeni semua keinginan AS. “Kami siap bernegosiasi sebagaimana kami siap menghadapi tantangan apa pun... Kami teguh menghadapi agresi apa pun terhadap kami, bahkan jika itu berujung pada perang kiamat,” tegasnya.

Araghchi pada hari Jumat mengusulkan pembukaan kembali selat dan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS dalam waktu tujuh hari jika pemerintahan Trump menerima persyaratannya.

Namun, Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran. Wall Street Journal melaporkan bahwa selain menolak kesepakatan tersebut, Trump mengatakan ia memperkirakan akan melanjutkan pemboman Teheran setelah pemilihan paruh waktu AS pada bulan November.

Dalam wawancara terpisah di NBC News, Duta Besar AS untuk PBB Michael Waltz menuduh Teheran menuntut terlalu banyak sebagai syarat untuk kembali ke meja perundingan.

"Menurut saya, ini adalah upaya yang cukup sinis untuk mengajukan sesuatu yang mereka tahu tidak dapat diterima. Meminta pencabutan blokade, sanksi—sanksi internasional—dan akses ke aset bernilai miliaran, hanya untuk sekadar berunding," ujarnya kepada NBC News dalam wawancara yang disiarkan hari Minggu.

"Saya rasa sudah sewajarnya jika presiden tidak terlalu yakin kali ini, setelah kita baru saja mencobanya beberapa bulan yang lalu," kata Waltz.

Iran tetap pada pendiriannya bahwa mereka hanya akan membuka kembali Selat Hormuz yang penting jika syarat-syaratnya dipenuhi, sementara seorang pemimpin militer senior Iran menekankan kesiapan negaranya untuk terus berperang dan Korps Garda Revolusi Islam Iran pada hari Minggu mengklaim telah merebut sebuah kapal selam otonom AS.

“Syarat-syarat kami jelas; setiap kemajuan menuju pembukaan Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan syarat-syarat ini, dan kami tidak akan mundur dari syarat-syarat tersebut,” kata Araghchi dalam unggahan di saluran Telegram-nya.

“Selama pertemuan kami dengan para mediator, syarat-syarat ini sepenuhnya disampaikan, dijelaskan, dan diuraikan, dan para mediator, pada gilirannya, menyampaikannya kepada pihak Amerika,” katanya di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Dalam pernyataan terbarunya, Araghchi mengatakan bahwa para perantara antara AS dan Iran belum menyampaikan tanggapan resmi dari Trump kepada Teheran. “Hanya solusi yang dinegosiasikan yang dapat memecahkan kebuntuan ini,” katanya.

Para pemimpin militer Iran terus menegaskan kesiapan mereka untuk melanjutkan perang, yang bermula pada 28 Februari dengan serangan udara AS dan Israel terhadap negara tersebut.

"Perang belum berakhir," demikian kutipan pernyataan Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

"Kita telah menang, namun kita harus mengukuhkan kemenangan ini; dan musuh agresor, yang telah menderita pukulan telak, harus terus bersiap menerima pukulan berat lainnya dari para prajurit Iran tercinta kita," ujarnya.

Dalam pernyataan terbaru, Trump mengatakan kepada situs berita Axios bahwa ia memperkirakan negosiasi dengan Iran akan berlanjut.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi bukan kesepakatan yang ingin saya buat. Itu adalah kesepakatan yang mungkin akan kita setujui setahun yang lalu," kata Trump kepada Axios sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari The Times of Israel, Senin, 28 September 2026.

"Mereka terlalu memaksakan posisi mereka," ujar Trump dalam wawancara yang diterbitkan hari Minggu tersebut.

Mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah ini, Axios melaporkan bahwa pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran bisa saja dimulai paling cepat hari Senin.

IRGC Tangkap Drone Bawah Air AS

Sementara itu, angkatan laut IRGC pada hari Minggu mengklaim telah menangkap sebuah drone bawah air milik Amerika di Selat Hormuz.

"Pasukan Angkatan Laut IRGC berhasil menangkap kendaraan bawah air tak berawak (UUV) canggih milik militer teroris AS," demikian pernyataan Kantor Berita Tasnim dalam sebuah unggahan Telegram yang mengutip IRGC.

Pihaknya mendeskripsikan kendaraan tersebut sebagai kendaraan bawah air tak berawak jenis Remus 600 dan menambahkan bahwa kendaraan itu telah diserahkan kepada para spesialis pasukan tersebut untuk pemulihan data.

"Angkatan Laut IRGC dengan tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup [bagi lalu lintas yang tidak memiliki izin]," demikian pernyataan tersebut.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command) tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirimkan CNBC melalui surel.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >