
UPdates—Seorang wanita berusia 65 tahun di Kota Kamiamakusa, Prefektur Kumamoto, Jepang kehilangan uang Rp203 juta. Ia tertipu saat merasa sedang pacaran dengan orang terkaya dunia, Elon Musk.
You may also like :
Elon Musk Pecah Rekor, Kekayaannya Tembus Angka Rp12 Ribu Triliun
Seorang pria dari Prefektur Okayama telah ditangkap karena diduga menyamar sebagai pengusaha Amerika tersebut di media sosial dan menipu perempuan tua itu.
You might be interested :
Elon Musk, Orang Terkaya Dunia yang Sempat Tak Bisa Beli Jas dan Ganti Kasur Berlubang
Seperti dilaporkan NTV, pria yang ditangkap karena dicurigai melakukan penipuan adalah Ryoya Ono, seorang karyawan perusahaan berusia 31 tahun dari Kota Kurashiki, Prefektur Okayama.
Menurut polisi, sekitar bulan Maret tahun lalu, Ono diduga bersekongkol dengan orang lain untuk mengirim pesan langsung kepada wanita yang mengikuti Elon Musk di media sosial.
Pesan-pesan tersebut termasuk pernyataan palsu seperti, "Aku sangat menyukaimu."
Ia juga menulis, "Aku butuh kamu mengirimkan 500.000 yen sekarang" dan "Jika kamu membeli kartu penggemar, kamu akan bisa bertemu denganku berkali-kali."
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Japan Today, Selasa, 28 Juli 2026, ia diduga telah menipu wanita tersebut dengan total 700.000 yen (Rp77 juta) pada bulan September dan Desember tahun lalu.
Wanita itu curiga telah ditipu pada bulan September tahun lalu dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tetapi terus berkomunikasi dengan para pelaku dan kembali ditipu pada bulan Desember.
Diyakini bahwa Ono dan kaki tangannya mengirimkan gambar dan video yang dihasilkan AI kepada wanita tersebut, yang membuat wanita itu percaya bahwa Elon Musk menyukainya dan memiliki hubungan khusus dengannya.
Wanita itu mentransfer uang kepada mereka beberapa kali, dengan total 1,85 juta yen atau sekitar Rp203 juta.
Polisi mengatakan Ono sebagian membantah tuduhan tersebut. "Saya menerima uangnya, tetapi saya tidak tahu apa pun lagi," kata Ono dalam pernyataan kepada polisi.
Polisi sedang menyelidiki apakah ada korban lainnya dalam kasus serupa.