Pembuat Film NAZA, Yuval Abraham dan Rachel Szor (Foto: Anadolu)

Militer Israel Bantah Isi Film NAZA Karya Warganya Sendiri yang Bongkar Pembantaian di Gaza

1 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Militer Israel menolak penggambaran operasinya dalam film NAZA—yang mendokumentasikan pembantaian oleh Israel di Jalur Gaza—serta berupaya menjauhkan diri dari tuduhan genosida terhadap warga Palestina.

You may also like : tentara israel322 aa2 Tentara Israel Tewas karena Drone Sendiri saat Operasi di Gaza

Pernyataan pada Kamis, 1 Oktober 2026 tersebut merupakan tanggapan pertama militer terhadap film karya pembuat film Israel peraih Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor.

You might be interested : netanyahu metroPM Israel Netanyahu Dipermalukan di Sidang PBB, Dapat “Uuuuh” dari Delegasi Negara Lain yang Kompak Walk Out

Film ini telah berulang kali dikecam oleh para pejabat di pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang disebut-sebut sebagai pemerintahan paling kanan dalam sejarah Israel.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, militer menyatakan bahwa film tersebut menyajikan gambaran yang terdistorsi, menyesatkan, dan jauh dari kenyataan mengenai cara mereka merencanakan dan melancarkan serangan terhadap target-target tertentu.

Bagi Militer Israel, narasi film tersebut didasarkan pada kesalahan faktual mendasar yang timbul akibat penyajian yang terdistorsi dan manipulatif.

"Kecerdasan buatan tidak pernah secara mandiri memilih target untuk diserang. Identifikasi target dilakukan secara eksklusif oleh petugas intelijen yang berkualifikasi dan berwenang, sementara komandan operasional mengambil keputusan untuk menyerang target tersebut," ujar pihak militer sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Kamis, 1 Oktober 2026.

Militer juga mengklaim bahwa orang-orang yang diwawancarai—yang pernah bertugas di korps intelijen militer—sebagian besar hanya merujuk pada tahap awal dan terbatas dari pekerjaan intelijen, bukan pada proses perencanaan dan persetujuan serangan yang jauh lebih luas.

Diproduksi oleh The Guardian, film ini mendapat sambutan hangat di Festival Film Venesia, bahkan memicu tepuk tangan meriah sambil berdiri (standing ovation) selama 25 menit sebelum akhirnya dianugerahi Penghargaan Juri Khusus (Special Jury Prize).

Abraham dan Szor naik ke panggung untuk menerima penghargaan tersebut. Abraham sempat berbicara mengenai kampanye pencemaran nama baik terhadap film mereka di Israel serta upaya-upaya untuk menghalangi agar fakta-fakta yang disajikan dalam film itu tidak diketahui publik.

Judul film tersebut, NAZA, merupakan singkatan yang digunakan oleh direktorat intelijen militer Israel, Aman, untuk merujuk pada perkiraan jumlah warga sipil yang akan tewas dalam suatu serangan udara.

Film ini dibuat secara diam-diam di berbagai atap bangunan di Tel Aviv selama tiga tahun, dengan identitas, suara, dan fitur wajah para partisipan yang diubah secara digital demi menjamin keselamatan mereka.

Para partisipan dalam film tersebut memaparkan secara rinci sistem pengawasan yang digunakan dalam serangan Israel serta operasi pengeboman jarak jauh.

Menurut film tersebut, beberapa orang yang diwawancarai bekerja di unit intelijen rahasia yang melapor langsung kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu telah menjadi target pencarian Mahkamah Pidana Internasional sejak tahun 2024 atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terhadap warga Palestina selama perang Israel di Jalur Gaza, yang dimulai pada Oktober 2023.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >