
UPdates—Setidaknya 16 orang, termasuk lima petugas polisi, tewas setelah sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak masjid di wilayah barat laut Pakistan.
You may also like :
Serangan Bom Mobil saat Buka Puasa, 12 Tewas dan 32 Terluka di Pakistan
Pasca ledakan itu, baku tembak terjadi antara para penyerang dan aparat keamanan di masjid tersebut, yang terletak di dekat markas besar kepolisian di distrik Kohat, Khyber Pakhtunkhwa.
You might be interested :
Bom Bunuh Diri di Demo Pro-Polisi di Kantor Polisi, 17 Orang Tewas di Pakistan
Salah satu penyerang dilaporkan tewas, menurut keterangan seorang petugas, dan operasi penyelamatan sedang berlangsung.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan harapan terbaiknya agar mereka yang terluka akibat ledakan tersebut segera pulih.
Menurut kantor berita Reuters, Kepala Inspektur Jenderal Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfikar Hameed, menyebut serangan itu sebagai serangan bunuh diri.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dar BBC, Jumat, 18 September 2026, belum ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.
Perdana Menteri Muhammad Shehbaz Sharif mengutuk serangan tersebut.
Aktivitas militan di wilayah perbatasan Pakistan telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, dengan sasaran militer dan kepolisian.
Islamabad menyatakan bahwa kelompok militan menggunakan tempat perlindungan yang aman di Afghanistan untuk berlatih dan merencanakan serangan di Pakistan.
Pemerintah Taliban di Afghanistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa masalah militansi merupakan persoalan domestik Pakistan.