
UPdates–Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan dimulainya kampanye militer baru bernama “Operasi Nasr,” sebagai tanggapan terhadap agresi Israel.
You may also like :
Iran Rilis Foto Pilot F-15 AS yang Mereka Klaim Ditembak Jatuh, IRGC: 40 Tewas di Haifa
Menurut pernyataan IRGC, Angkatan Udara mereka menargetkan fasilitas-fasilitas penting di pangkalan udara Nevatim dan Tel Nof, yang digambarkan sebagai salah satu situs militer terpenting Israel. Operasi tersebut dilaporkan dilakukan pada Senin pagi.
You might be interested :
Misteri Mojtaba Khamenei, Diberitakan Koma saat Keluarkan Pernyataan Pertamanya
IRGC mengatakan tindakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan terhadap aktivitas militer Israel yang berkelanjutan, termasuk serangan rudal baru-baru ini terhadap instalasi radar Iran di beberapa lokasi.
“Gelombang rudal dan drone akan terus diluncurkan sepanjang waktu selama tujuh hari ke depan hingga musuh gentar dan menghentikan kejahatannya,” demikian peringatan tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Pakistan Observer, Senin, 8 Juni 2026.
Operasi ini didedikasikan untuk mengenang mereka yang disebut sebagai martir dalam konflik 12 hari baru-baru ini dan dilaksanakan dengan kode rahasia “Ya Heydar Karrar,” menurut pernyataan tersebut.
IRGC menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan reaksi langsung terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi Israel yang sedang berlangsung, yang meningkatkan ketegangan antara kedua belah pihak.
“Dengan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, beberapa menit yang lalu para pejuang pemberani dari Angkatan Udara IRGC meluncurkan Operasi Nasr, menargetkan pusat-pusat utama pangkalan udara strategis Nevatim dan Tel Nof,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Teheran menyatakan bahwa mereka sebelumnya telah mengeluarkan peringatan kepada Israel agar tidak melakukan serangan di Lebanon dan mendesak agar semua serangan terhadap Beirut segera dihentikan.
Di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan pada hari Senin bahwa "rezim Zionis yang goyah hanya punya beberapa hari lagi."
Iran meluncurkan beberapa serangan rudal ke arah Israel utara pada Minggu malam waktu setempat setelah serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut.
Israel kemudian melancarkan serangan ke Iran barat dan tengah, dengan ledakan dilaporkan di beberapa kota Iran termasuk Teheran, Isfahan, dan Tabriz.
Iran mengatakan pada hari Senin bahwa gelombang serangan Israel baru-baru ini terhadap negara itu sepenuhnya terkoordinasi dengan Komando Pusat AS (CENTCOM).
"Tanggung jawab langsung Amerika Serikat atas tindakan rezim Zionis jelas, dan konsekuensi dari meningkatnya ketegangan juga akan ditanggung oleh Amerika Serikat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baqaei dalam sebuah pengarahan baru yang dikutip oleh kantor berita negara IRNA.
"Pendekatan Direktur Jenderal IAEA (Rafael Grossi) terhadap kasus Iran bersifat politis dan tidak bertanggung jawab," tambah Baqaei.