Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (Foto: Anadolu)

Partai Bolsonaro Sudah Akui Kemenangan Lula, Trump Malah Menuduh Pilpres Brasil Curang

27 October 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Tokoh sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangi pemilihan presiden Brasil. Ia mengalahkan tokoh sayap kanan, Flavio Bolsonaro yang juga merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.

You may also like : kapal induk asAS Siap Serang Iran 96 Jam Setelah Perintah Trump, Israel Lobi Bergabung

Bolsonaro kalah dari Lula dengan selisih lebih dari 4 juta suara—sebuah hasil yang sangat jelas dan akan sulit untuk dibatalkan.

You might be interested : flavio bolsonaroPresiden Brasil Lula Kaget Kalah di Putaran Pertama Pemilu, Bolsonaro Optimis Menang di Putaran Kedua

Berdasarkan analisis catatan pemilu oleh profesor Insper, Pedro Burgos, hanya kurang dari 35.000 suara—atau sekitar 0,03% dari total suara—yang masuk selama dua jam perpanjangan waktu pemungutan suara yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung.

Namun, inilah alasan Bolsonaro menolak untuk mengakui kekalahan dalam pemilihan presiden pada hari Minggu waktu setempat.

Ia menyatakan akan berupaya membatalkan kemenangan Lula setelah Mahkamah Agung memperpanjang waktu pemungutan suara selama dua jam.

Meski begitu, pada hari Senin, Partai Liberal yang mengusung Bolsonaro menyatakan dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh ketua partai, Valdemar Costa Neto, bahwa mereka mengakui hasil putaran kedua pemilihan tersebut.

"Kami mengakui hasil pemilihan presiden. Namun, kami meyakini bahwa berbagai masalah yang diangkat perlu diklarifikasi dengan semestinya," ujar Costa Neto sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Reuters, Selasa, 27 Oktober 2026.

Presiden AS, Donald Trump yang sejak awal mendukung keluarga Bolsonaro, pada hari Senin mempertanyakan keadilan pemilihan presiden Brasil yang berlangsung dalam dua putaran ini.

Ia menyebut pemungutan suara tersebut tampak dicurangi dan korup, namun tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya.

Trump menegaskan itu saat berbicara kepada para wartawan dalam perjalanan menuju sebuah kampanye pemilihan paruh waktu di Corinth, Mississippi.

“Yah, menurut saya itu terlihat sangat buruk. Saya pikir itu tampak sangat buruk,” ujar Trump sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.

Trump yang menegaskan dirinya tidak memihak siapa pun dalam kontestasi tersebut melanjutkan, “Terus terang, itu tampak seperti pemilihan umum lain yang dicurangi.”

Ia berpendapat bahwa pemilihan umum seharusnya tidak boleh memicu perdebatan atau keraguan, dan menyatakan bahwa pemungutan suara di Brasil memberikan citra negatif di mata komunitas internasional.

“Pemilihan umum haruslah tidak terbantahkan, dan menurut saya, yang terjadi di sana terlihat sangat buruk,” ujarnya kepada para wartawan.

Sang presiden kembali menegaskan bahwa ia tidak mendukung kandidat mana pun ataupun mengambil posisi dalam pemilihan tersebut, sembari terus melontarkan kritik terhadap pelaksanaan pemungutan suara itu.

“Saya mengamati pemilihan tersebut. Rasanya sangat, sangat korup, sangat buruk,” kata Trump.

Pernyataan ini muncul setelah Luiz Inacio Lula da Silva berhasil mengamankan masa jabatan keempat (yang tidak berturut-turut) sebagai presiden Brasil.

Ia mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro dalam putaran kedua pemilihan presiden pada hari Minggu dengan perolehan 51,79% suara sah—atau lebih dari 64 juta suara—dibandingkan dengan 48,21% suara yang diperoleh Bolsonaro.

Para pemimpin dunia sudah menyampaikan selamat kepada Lula. Termasuk Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >