
UPdates—Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengaku miris mendengar operasi tangkap tangan (OTT) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ketika Indonesia dikepung karhutla dan sedang berjuang melakukan pemulihan pascagempa NTT.
You may also like :
Penjelasan Menteri dan Wamen Berbeda, Hidayat Nur Wahid Soroti Sumber Dana Haji 2026
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menegaskan, hal seperti ini seharusnya tidak pernah terjadi, khususnya dalam situasi seperti saat ini.
You might be interested :
Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Kebencanaan, KPK Tahan Adik Kandung Kepala BNPB
”Miris, peristiwa ini terjadi di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemulihan bencana gempa NTT, banjir badang Padang serta bencana lainnya yang masih membutuhkan perhatian serius," kata Selly sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Kamis, 15 Oktober 2026.
Selly berharap persoalan hukum yang sedang diproses tidak mengganggu pelayanan kebencanaan maupun koordinasi penanganan bencana di sejumlah tempat.
”Masyarakat yang terdampak harus tetap mendapatkan perlindungan, bantuan, dan respons cepat dari negara," ujarnya.
Bagi Selly, penting untuk memastikan seluruh program dan anggaran penanggulangan bencana dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran setelah kasus OTT di BNPB.
”Anggaran kebencanaan adalah amanah publik yang harus benar-benar digunakan untuk keselamatan dan kepentingan masyarakat, terutama mereka yang sedang menghadapi situasi darurat," tegasnya.
Terlepas dari OTT yang terjadi, dia mengatakan banyak personel dari lintas lembaga dan kementerian yang bekerja keras di balik penanggulangan bencana dan harus diapresiasi.
Misalnya, kata Selly, personel dari BNPB dan BPBD, Kemenkes, PU, prajurit TNI-Polri, sukarelawan, hingga masyarakat.
”Mereka berhadapan langsung dengan risiko kebakaran, asap, gangguan kesehatan, dan berbagai keterbatasan di lapangan. Dedikasi mereka harus tetap dihargai dan dukung," tandasnya.