
UPdates—Sejumlah pejabat keamanan Israel memperingatkan bahwa tindakan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz yang menyerang Turki dapat memicu eskalasi yang tidak perlu.
You may also like :
Dua Mantan PM Israel Bersatu untuk Lengserkan Netanyahu di Pemilu Tahun Ini
Peringatan tersebut muncul di tengah langkah pemerintah Netanyahu yang semakin gencar melontarkan retorika keras terhadap Ankara menjelang pemilihan umum Knesset yang dijadwalkan pada 27 Oktober.
You might be interested :
Istri Sudah Terbunuh, Trump Bilang ‘Tidak Senang’ Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Menurut laporan Channel 12, beberapa pejabat keamanan lebih memilih untuk tidak menyeret perselisihan dengan Turki ke arah konfrontasi publik yang lebih luas.
Netanyahu dan Partai Likud-nya semakin sering membawa isu Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke dalam retorika pemilihan umum serta kampanye mereka.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Sabtu, 22 Agustus 2026, Channel 12 melaporkan bahwa militer Israel telah mendesak dilakukannya serangan pada Selasa dini hari terhadap Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur di provinsi Idlib, Suriah, yang terletak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki.
Namun, menurut saluran tersebut, sejumlah pejabat keamanan ingin agar serangan itu tidak menjadi sorotan publik maupun bahan pernyataan resmi, guna menghindari situasi yang mengarah pada konfrontasi langsung dengan Ankara.
Disebutkan pula bahwa para pejabat tersebut tidak menyambut baik pernyataan publik yang tajam dari Netanyahu dan Katz setelah serangan itu terjadi.
Sebelumnya pada hari Jumat, Turki menyatakan telah mengajukan permintaan red notice Interpol terhadap Netanyahu dan seorang terdakwa Israel lainnya sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan terkait serangan Israel terhadap para aktivis di atas kapal Armada Global Sumud yang menuju Gaza.