
UPdates—Penerbangan Porter Airlines, yang sedang bersiap untuk berangkat dari Victoria menuju Toronto pada tanggal 6 Agustus, terpaksa kembali ke terminal karena seorang anak kecil berdiri di kursinya dan tidak mau memasang sabuk pengamannya.
You may also like :
DPR Minta Kejelasan Diskon Tiket Pesawat untuk Lebaran 2025
Penundaan ini menyebabkan pesawat tidak dapat lepas landas sebelum landasan pacu ditutup lewat tengah malam, sehingga para penumpang harus dijadwalkan ulang untuk penerbangan keesokan harinya.
You might be interested :
Heboh! Rekaman Percakapan Pilot 2 Pesawat China yang Nyaris Tabrakan di Rusia
"Upaya orang tua yang mendampingi serta awak kabin untuk mengatasi masalah ini tidak berhasil," kata Porter Airlines terkait perilaku anak tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari BBC, Selasa, 11 Agustus 2026.
"Pesawat tidak dapat lepas landas dalam kondisi yang tidak aman ini, sehingga awak kabin memutuskan untuk kembali ke terminal dan meminta kedua penumpang tersebut turun," tambah pihak maskapai.
Insiden ini memicu perbedaan pendapat mengenai bagaimana anak-anak seharusnya diperlakukan dalam situasi semacam itu dan bagaimana maskapai penerbangan harus meresponsnya.
Pakar keselamatan penerbangan anak, Lia Tuso, mengatakan kepada BBC bahwa keputusan awak kabin Porter untuk menghentikan penerbangan tersebut bertujuan melindungi keselamatan penumpang lain di dalam pesawat, serta keselamatan anak itu sendiri.
"Anak-anak yang tidak mengenakan sabuk pengaman bisa terlempar layaknya proyektil," ujar Tuso, mengibaratkannya dengan barang bawaan yang tidak diamankan, yang bisa terlempar dan mengenai penumpang saat terjadi turbulensi, terutama pada saat lepas landas dan mendarat.
Kejadian ini memicu perdebatan daring mengenai seberapa besar toleransi yang harus diberikan maskapai kepada keluarga yang bepergian, serta seberapa tegas orang tua harus menerapkan aturan maskapai.
Sebagian pihak berpendapat bahwa kejadian ini merupakan contoh dampak dari sikap orang tua yang terlalu "lunak" terhadap anak-anak mereka.
Program pagi Fox News turut membahas hal ini, di mana salah satu pembawa acara, Charles Hurt, menyatakan dukungannya terhadap penerapan disiplin fisik.
"Kita semua pernah menjadi orang tua seperti itu. Namun, kejadian ini sudah melampaui batas kewajaran," katanya.
Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa terkadang anak-anak merasa takut terbang dan tidak bermaksud untuk membuat keributan atau mengganggu kenyamanan.
Salah seorang penumpang pesawat Porter Airlines, Aryeh Kozuch, mengatakan kepada CBC News bahwa anak tersebut tidak bersikap nakal, melainkan tampak ketakutan.
"Mereka terus-menerus bersembunyi di bawah kursi. Jika dipaksa untuk mengenakan sabuk pengaman, mereka justru meloloskan diri ke arah bawah kursi," ungkapnya.
Banyak pihak mempertanyakan mengapa perjalanan penerbangan harus terganggu hanya karena satu anak, dan berpendapat bahwa keluarga tersebut seharusnya dikeluarkan dari pesawat.
Hal serupa pernah terjadi pada tahun 2018, ketika seorang ayah dan anak perempuannya terekam kamera saat dikeluarkan dari penerbangan Southwest Airlines rute Chicago ke Atlanta.
Menurut penumpang yang merekam kejadian tersebut, sang anak sudah tenang setelah sebelumnya mengamuk dan telah duduk dengan tenang di kursinya selama lebih dari lima menit sebelum awak pesawat memberi tahu sang ayah bahwa mereka akan dikeluarkan dari penerbangan.
Maskapai yang terlibat, Southwest, menyatakan bahwa laporan awal mengindikasikan adanya percakapan yang memanas di dalam pesawat antara awak kabin dan penumpang yang bepergian bersama anak kecil.
Setelah kejadian serupa pada tahun 2012, keluarga yang dikeluarkan dari pesawat tampil di acara Today Show di NBC untuk menuding maskapai tersebut tidak memiliki rasa kemanusiaan.
JetBlue, maskapai yang terlibat dalam kejadian itu, menyatakan bahwa ada penumpang yang tidak mematuhi instruksi awak kabin dalam jangka waktu yang cukup lama.
"Kapten memutuskan untuk mengeluarkan penumpang yang bersangkutan demi keselamatan seluruh penumpang dan awak kabin di dalam pesawat," tegas maskapai tersebut.