
UPdates—Sebuah pesawat carter jatuh di dekat lokasi radar terpencil di Alaska barat, menewaskan ke-8 orang di dalamnya, menurut keterangan pejabat penerbangan federal dan militer.
You may also like :
Ada Ancaman Bom, American Airlines Dikawal Pesawat Angkatan Udara Italia Mendarat di Roma
Penerbangan tersebut, yang menggunakan pesawat Cessna 441, berangkat dari Anchorage menuju Cape Newenham, sekitar 724 km ke arah barat daya.
You might be interested :
Ada Ancaman Bom, American Airlines Dikawal Pesawat Angkatan Udara Italia Mendarat di Roma
Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan, berdasarkan informasi awal pesawat itu jatuh di dekat tujuan pada Kamis sekitar pukul 12.15 siang waktu setempat.
Menurut laporan Associated Press, kepala wilayah Alaska untuk National Transportation Safety Board (NTSB), Clint Johnson, mengatakan bahwa dua pilot dan enam penumpang berada di dalam pesawat carter yang dioperasikan oleh Security Aviation tersebut.
Komando Alaska (Alaskan Command) menyatakan bahwa pesawat itu merupakan penerbangan dengan kontrak sipil yang membawa delapan personel.
Tim pencarian dan penyelamatan kemudian mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat, kata pihak komando.
Pesawat jatuh di Bandara Cape Newenham, sebuah landasan pacu milik Angkatan Udara yang menyediakan akses ke Lokasi Radar Jarak Jauh (Long Range Radar Site), menurut pernyataan komando tersebut.
Penyebab kecelakaan belum diketahui.
FAA dan National Transportation Safety Board (NTSB) akan melakukan penyelidikan. NTSB akan memimpin penyelidikan tersebut.
Hanya penerbangan militer dan penerbangan carter yang telah disetujui yang diizinkan mendarat di fasilitas Cape Newenham.
Landasan pacu berpermukaan kerikil itu memiliki panjang sekitar 1.220 meter dan terletak di lereng gunung dengan ketinggian sekitar 700 meter, menurut peta FAA.
Terdapat medan yang tinggi di kedua sisi dan di ujung selatan landasan pacu, yang dapat membuat upaya membatalkan pendaratan menjadi hampir mustahil dilakukan setelah melewati titik tertentu.
"Ini adalah kehilangan yang sangat berat bagi keluarga besar militer kami dan masyarakat yang kami layani," ujar Letnan Jenderal Angkatan Udara AS Robert Davis sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN, Jumat, 21 Agustus 2026.
"Mereka adalah para profesional berdedikasi yang sedang menjalankan misi vital di lingkungan yang penuh tantangan," jelasnya.
Nama-nama penumpang dan awak pesawat akan diumumkan setelah pihak keluarga terdekat diberi tahu, demikian pernyataan pihak komando.
"Prioritas utama kami saat ini adalah memberikan dukungan penuh dan tak tergoyahkan kepada keluarga, sahabat, dan rekan kerja mereka di masa-masa sulit ini. Kami sangat berterima kasih atas respons cepat dan kerja keras tanpa lelah dari tim profesional pencarian dan evakuasi kami," kata Davis.
Senator Alaska Lisa Murkowski menyampaikan belasungkawanya melalui pernyataan di platform X.
"Saya sering bepergian menggunakan jasa Security Aviation di seluruh wilayah Alaska dan telah bertemu dengan banyak pilot mereka yang berpengalaman," tulis Lisa Murkowski.
"Saya mengapresiasi langkah cepat Penjaga Pantai AS (US Coast Guard), NTSB, Alaska State Troopers, dan Rescue Coordination Center yang telah merespons lokasi kejadian. Warga Alaska turut mendoakan keselamatan mereka yang berada di dalam pesawat, keluarga mereka, serta tim di Security Aviation," ujarnya.
Di situs webnya, Security Aviation menyatakan bahwa armada pesawat Cessna Conquest mereka sangat ideal untuk penerbangan di Alaska, yang memiliki kondisi cuaca dan lingkungan bandara yang menantang.
Menurut Security Aviation, pesawat bermesin ganda dengan teknologi turboprop ini memiliki kabin bertekanan udara, berkapasitas hingga sembilan penumpang, serta mampu terbang dengan kecepatan jelajah 330 mil per jam pada ketinggian 28.000 kaki.