
UPdates—Tablet tanah liat kecil yang dikenal sebagai 'Istanbul 2461' di Museum Arkeologi Istanbul memuat puisi cinta tertua yang pernah diketahui di dunia.
Ditulis dalam bahasa Sumeria antara tahun 2037 dan 2029 SM, puisi ini dipahat menggunakan aksara paku (cuneiform) pada tablet terakota dan merupakan harta karun umat manusia yang masih bertahan hingga saat ini.
Tablet tersebut ditemukan pada tahun 1889 saat penggalian di kota kuno Sumeria, Nippur, di Irak tenggara.
Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh ahli Sumerologi asal AS, Samuel Noah Kramer, tablet ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Turki pada tahun 1960-an oleh Muazzez İlmiye Çığ, ahli Sumerologi pertama dari Turki.
Meskipun penulis puisi ini tidak diketahui secara pasti, puisi tersebut diyakini sebagai ungkapan cinta yang ditulis oleh seorang pendeta wanita untuk Raja Shu-Sin.
Dalam puisi itu, sang pendeta wanita memuji ketampanan dan pesona raja, serta mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya.
Pada saat yang sama, ia secara jelas mengungkapkan kerinduan dan hasratnya untuk bisa bersama sang raja.
Istanbul 2461 memiliki arti penting tidak hanya karena nilai sejarah dan sastranya, tetapi juga bagi sejarah umat manusia.
Tablet ini menunjukkan bahwa cinta adalah emosi universal yang cara pengungkapannya sama bahkan sejak ribuan tahun yang lalu.
Tablet ini juga memberikan informasi penting mengenai pemahaman bangsa Sumeria terhadap sastra dan seni.
Istanbul 2461 dipamerkan di Aula Mesopotamia, Museum Arkeologi Istanbul. Berikut bait-bait penuh kasih puisi tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anatolian Archaeolog, Selasa, 29 September 2026:
Wahai pengantin pria, kekasih hatiku
Parasmu sungguh menawan, semanis madu
Wahai sang singa, pujaan hatiku
Parasmu sungguh menawan, semanis madu
Wahai pengantin pria, izinkan aku membelaimu
Belaianku yang berharga terasa lebih manis daripada madu
Ruang peraduan ini dipenuhi madu
Mari kita nikmati keelokanmu
Wahai sang singa, izinkan aku membelaimu
Belaianku yang berharga terasa lebih manis daripada madu
Wahai pengantin pria, kau telah menikmati diriku,
Katakanlah pada Ibu, ia akan memberimu hal-hal indah.
Ayahku akan memberimu hadiah.
Karena kau mencintaiku,
Berikanlah belaianmu,
Tuanku, Tuhanku, tuanku sang pelindung,
Akulah Shushin, yang menyenangkan hati Dewa Enlil
Berikanlah belaianmu