Istanbul 2461 berusia 4.000 tahun yang memuat puisi cinta pertama di dunia dipamerkan di Aula Mesopotamia, Museum Arkeologi Istanbul. (Foto: Anatolian Archaeolog)

Puisi Cinta Pertama di Dunia Berusia 4.000 Tahun: Ungkapan Cinta Seorang Pendeta Wanita untuk Raja Shu-Sin

29 September 2026
Font +
Font -
[ai_summarizer]

UPdates—Tablet tanah liat kecil yang dikenal sebagai 'Istanbul 2461' di Museum Arkeologi Istanbul memuat puisi cinta tertua yang pernah diketahui di dunia.

Ditulis dalam bahasa Sumeria antara tahun 2037 dan 2029 SM, puisi ini dipahat menggunakan aksara paku (cuneiform) pada tablet terakota dan merupakan harta karun umat manusia yang masih bertahan hingga saat ini.

Tablet tersebut ditemukan pada tahun 1889 saat penggalian di kota kuno Sumeria, Nippur, di Irak tenggara.

Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh ahli Sumerologi asal AS, Samuel Noah Kramer, tablet ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Turki pada tahun 1960-an oleh Muazzez İlmiye Çığ, ahli Sumerologi pertama dari Turki.

Meskipun penulis puisi ini tidak diketahui secara pasti, puisi tersebut diyakini sebagai ungkapan cinta yang ditulis oleh seorang pendeta wanita untuk Raja Shu-Sin.

Dalam puisi itu, sang pendeta wanita memuji ketampanan dan pesona raja, serta mengungkapkan rasa cinta dan kekagumannya.

Pada saat yang sama, ia secara jelas mengungkapkan kerinduan dan hasratnya untuk bisa bersama sang raja.

Istanbul 2461 memiliki arti penting tidak hanya karena nilai sejarah dan sastranya, tetapi juga bagi sejarah umat manusia.

Tablet ini menunjukkan bahwa cinta adalah emosi universal yang cara pengungkapannya sama bahkan sejak ribuan tahun yang lalu.

Tablet ini juga memberikan informasi penting mengenai pemahaman bangsa Sumeria terhadap sastra dan seni.

Istanbul 2461 dipamerkan di Aula Mesopotamia, Museum Arkeologi Istanbul. Berikut bait-bait penuh kasih puisi tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anatolian Archaeolog, Selasa, 29 September 2026:

Wahai pengantin pria, kekasih hatiku

Parasmu sungguh menawan, semanis madu

Wahai sang singa, pujaan hatiku

Parasmu sungguh menawan, semanis madu

Wahai pengantin pria, izinkan aku membelaimu

Belaianku yang berharga terasa lebih manis daripada madu

Ruang peraduan ini dipenuhi madu

Mari kita nikmati keelokanmu

Wahai sang singa, izinkan aku membelaimu

Belaianku yang berharga terasa lebih manis daripada madu

Wahai pengantin pria, kau telah menikmati diriku,

Katakanlah pada Ibu, ia akan memberimu hal-hal indah.

Ayahku akan memberimu hadiah.

Karena kau mencintaiku,

Berikanlah belaianmu,

Tuanku, Tuhanku, tuanku sang pelindung,

Akulah Shushin, yang menyenangkan hati Dewa Enlil

Berikanlah belaianmu

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

capture

Mark Twain

"Rahasia untuk maju adalah memulai."
Load More >