
UPdates—Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, mengatakan bahwa putranya—yang merupakan seorang tentara—terluka dalam dugaan insiden penabrakan mobil di sebelah barat Ramallah, di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
You may also like :
Presiden Suriah Candai Trump untuk Berikan New Jersey ke Israel karena Dataran Tinggi Golan Milik Rakyatnya
Sebelumnya pada hari Rabu, seorang pria Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel setelah apa yang digambarkan oleh polisi Israel sebagai serangan penabrakan mobil yang melukai seorang tentara di pos pemeriksaan di persimpangan dekat permukiman ilegal Israel, Beit Horon.
You might be interested :
Di PBB, Presiden Prancis Sebut Diplomasi Gaza ala Trump Tontonan Memalukan, Gedung Putih Tersinggung
Leiter mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa tim medis "kini sedang berjuang menyelamatkan nyawa Neria Dov ben Chana", merujuk pada putranya.
Kemudian, Rumah Sakit Shaare Zedek menyatakan bahwa tentara tersebut telah menjalani operasi yang rumit, dan nyawanya masih dalam bahaya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi tentara yang terluka itu di rumah sakit sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk menyampaikan pidato yang telah dijadwalkan di Majelis Umum PBB.
"Saya baru saja mengunjungi keluarga tercinta Neria Leiter... Saya meminta Anda semua untuk mendoakan kesembuhan Neria Dov ben Chana. Seluruh bangsa bersama kalian," tulis Netanyahu di X sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Al Jazeera, Kamis, 24 September 2026.
Dalam unggahan sebelumnya, Netanyahu menulis, "Saya dan istri saya, Sara, bersama seluruh rakyat Israel, sedang berdoa memohon keajaiban."
Putra Leiter lainnya, Moshe Yedidya yang berusia 39 tahun, tewas saat bertugas di Gaza pada November 2023, hanya beberapa minggu setelah dimulainya perang genosida Israel di wilayah kantong tersebut pada 7 Oktober.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi terduga pelaku sebagai Mahmoud Mohammad Mahmoud Suleiman (29 tahun), seraya menambahkan bahwa pihak berwenang Israel menahan jenazahnya.
Wali Kota Beit Ur al-Tahta, Hazem Suleiman—yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan Mahmoud Suleiman—dikutip oleh kantor berita AFP mengatakan bahwa pasukan Israel menggerebek desa tersebut dan menggeledah rumah keluarga pria itu.
"Kota ini ditutup, dengan semua akses masuk diblokir. Tidak ada aktivitas sosial maupun komersial, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan yang normal," ujarnya, seraya menambahkan bahwa militer juga telah menggeledah rumah-rumah lainnya.