
UPdates—Real Madrid mengeluarkan pernyataan tajam sebagai tanggapan atas komentar presiden La Liga, Javier Tebas, usai laga derbi Madrid.
You may also like :
Jadwal Leg 2 Babak 16 Besar Liga Champions Pekan Ini dan Agregat Sementara
Menyusul kemenangan 2-1 Atletico Madrid atas Real, pelatih kepala Los Blancos, Jose Mourinho, menyoroti insiden yang menurutnya jelas-jelas layak diganjar kartu merah—yakni pelanggaran Cristian Romero terhadap Jude Bellingham dan pelanggaran Lee Kang-in terhadap Fede Valverde—namun tidak diberikan oleh wasit Ortiz Arias.
You might be interested :
Madrid Nyaris Tersandung di Markas Elche, Mourinho: Kami Lengah
Mourinho mencetak sejumlah lembar kertas ukuran A4 dan menunjukkannya kepada para jurnalis dalam konferensi pers pascapertandingan.
Terlepas dari kemarahan pihak-pihak yang terkait dengan Real, presiden La Liga, Tebas, bersikeras bahwa tidak ada konspirasi wasit yang merugikan juara Eropa 15 kali tersebut.
Hal ini kemudian mendorong Real untuk menuntut perubahan dalam kepemimpinan organisasi itu.
Dalam pernyataan panjang yang diterbitkan di situs resmi klub pada hari Selasa, 22 September 2026 waktu setempat, Los Blancos menuduh Tebas menggambarkan dan menyerang Real Madrid.
"Sangat memprihatinkan bahwa seseorang yang bertanggung jawab mewakili dan melindungi kepentingan seluruh klub La Liga justru berulang kali terobsesi untuk menyasar Real Madrid, serta menjadikan klub kami sebagai objek serangan publik yang terus-menerus," demikian bunyi pernyataan tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Rabu, 23 September 2026.
Komentar terbaru Tebas bagi Madrid sangat serius dan tidak dapat dipahami. “Tidak pantas bagi seorang pemimpin yang bertanggung jawab—karena disampaikan sebagai tanggapan atas artikel karya jurnalis independen di sebuah media digital. Namun, ia justru bereaksi terhadap klub kami dan bahkan mengomentari strategi olahraga kami; tindakan ini sama sekali tidak pantas dan tidak bertanggung jawab,” kritik Madrid.
"Sungguh mengejutkan bahwa presiden La Liga menghabiskan waktu dan platform pribadinya untuk terus-menerus mencoba mendiskreditkan Real Madrid di depan publik, alih-alih berkontribusi—sesuai tanggung jawab jabatannya—dalam membangun kepercayaan terhadap institusi yang seharusnya menjamin imparsialitas kompetisi. Dengan melakukan hal itu, ia terus merusak citra kompetisi kami dan sepak bola Spanyol di mata dunia," kecam Madrid.
Menurut Madrid, mengingat perilaku tidak pantas yang terus berlanjut, mereka yakin sepak bola profesional di Spanyol sangat membutuhkan sosok pemimpin yang mampu mengelolanya dan mengembangkan potensi maksimalnya, dengan memegang teguh prinsip netralitas.
“Diperlukan seseorang yang memahami hakikat perannya; presiden LaLiga bukanlah pemilik kompetisi, melainkan seorang manajer yang melayani klub-klub anggotanya dan menjalankan arah kebijakan yang dipercayakan oleh klub-klub tersebut. Klub-klub membutuhkan sosok yang menjalankan misi ini dengan penuh kejujuran,” jelas Madrid.
Sebelumnya, Tebas menanggapi sebuah artikel di media Spanyol yang mengisyaratkan adanya “konspirasi” yang merugikan Real.
“Menuduh bahwa wasit diarahkan untuk melawan Real Madrid sama saja dengan hidup di galaksi lain. Narasi semacam itu hanyalah alasan untuk menutupi kekurangan lain yang terlihat jelas pada pertandingan-pertandingan awal musim ini,” katanya di media sosial sebagaimana dilansir dari Sport Bible.
Ia melanjutkan dengan mengatakan, “Lebih mudah untuk menuding adanya konspirasi daripada menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.”
Hubungan antara Tebas dan Presiden Real, Florentino Perez, memang tidak harmonis; keduanya berselisih paham mengenai rencana pembentukan Liga Super Eropa lima tahun lalu.
Saat ini, Real menempati peringkat keempat klasemen La Liga menjelang jeda internasional, tertinggal enam poin dari pemuncak klasemen, Barcelona.