
UPdates—Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 00.01 WIB.
Catatan dari Magma Indonesia milik Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut ini merupakan aktivitas vulkanik terbaru Gunung Anak Krakatau.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Sabtu, 05 September 2026, pukul 00:01 WIB," tulis laporan tersebut sebagaimana dilansir Keidenesia.tv, Sabtu, 5 September 2026.
You might be interested :
Peringatan Dini BMKG, 5 September 2026: Sejumlah Kabupaten/Kota di Sulsel Waspada Angin Kencang dan Udara Panas
Bersamaan dengan erupsi ini, warga di wilayah Bandung dan sekitarnya dikagetkan oleh fenomena suara misterius berupa dentuman yang berulang.
Dentuman itu terdengar dan dirasakan warga pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Suara tersebut membuat kaca jendela dan pintu rumah warga ikut bergetar.
Sejumlah warganet melaporkan suara itu di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta hingga Cianjur.
Di Pandeglang, warga juga merasakan getaran secara terus-menerus akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Getaran tersebut sejak dini hari yang intensitasnya terus meningkat dan makin kuat.
Warga di wilayah ini membagikan video yang memperlihatkan pintu rumah mereka bergetar seolah ada yang mencoba mendobraknya mulai dini hari hingga pagi hari.
Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih terus mendalami asal suara dentuman dan getaran yang ditimbulkannya.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto mengatakan, suara dentuman yang membuat geger warga itu bukan dari aktivitas gempa atau kilatan petir.
"Kita masih dalami. Suara dentuman yang dilaporkan tersebut tidak menunjukkan indikasi sebagai kejadian gempa bumi. Dari hasil monitoring dan pengecekan data kegempaan BMKG, tidak terjadi aktivitas gempa selama periode tersebut di wilayah Bandung dan sekitarnya," kata Wijayanto sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari CNN Indonesia.
Diungkap Wijayanto, dalam kurun waktu Jumat malam hingga Sabtu dini hari memang ada sambaran aktivitas petir.
Akan tetapi, aktivitas petir tersebut tidak sampai menyebabkan suara dentuman berkali-kali di wilayah tersebut.
"Data pemantauan Lightning Detector BMKG, tercatat adanya aktivitas petir namun intensitasnya rendah dan tidak menunjukkan aktivitas yang signifikan seperti yang dilaporkan masyarakat," ujarnya.