
UPdates - Alasan ketidakhadiran Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juni 2026, diungkapkan oleh ajudan Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah.
You may also like :
Eks Wakapolri dan Din Syamsuddin Jadi Saksi Ahli Roy Suryo Cs di Kasus Ijazah Jokowi
Dalam keterangannya yang dilansir Keidenesia.TV dari CNNIndonesia, Selasa, 2 Juni 2026, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah mengungkapkan bahwa Jokowi tidak menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila karena tidak mendapat undangan.
You might be interested :
Ijazah Jokowi Dibawa Adik Ipar ke Bareskrim, Kuasa Hukum: Dokumen Sensitif
"Hingga pagi hari ini (Senin, red) kami belum menerima undangan untuk Bapak Joko Widodo menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila," kata Syarif.
Syarif menjelaskan surat resmi maupun dalam bentuk komunikasi lainnya tak diterima Jokowi.
"Tidak ada undangan baik berupa surat resmi maupun komunikasi lainnya," imbuhnya.
Sebelumnya, Sekretaris Utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tonny Agung Arifianto pada Jumat, 29 Mei 2026 mengatakan BPIP akan mengundang Presiden dan Wakil Presiden RI periode sebelumnya untuk menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta.
Pada upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Jakarta Pusat, Senin, 1 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara.
Turut hadir pada acara tersebut yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden Indonesia ke-5 (2001–2004) Megawati yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla serta Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin.
Pada tahun 2016, Jokowi yang saat itu menjabat sebagai presiden mengumumkan penetapan tanggal 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional Lahirnya Pancasila saat memperingati Pidato Bung Karno dan kelahiran Pancasila di depan Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu 1 Juni 2016 silam.
Alasan penetapan tersebut, kata Jokowi, adalah Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia. Karenanya, Jokowi menganggap sudah selaiknya diperingati dan menjadi hari libur nasional.
"Ini adalah posisi tertinggi di dalam sebuah negara. Sehingga kita putuskan 1 Juni ditetapkan, kemudian diliburkan dan diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila," ujar Jokowi, Rabu, 1 Juni 2016.