
UPdates—Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan mengadakan pembicaraan baru pada hari Selasa di Qatar setelah kedua pihak mengakhiri serangan yang bisa menggagalkan upaya perdamaian.
You may also like :
Gara-Gara Iran, Trump Mungkin tak Hadiri Pernikahan Putranya Akhir Pekan Ini
Trum mengatakan, itu adalah pertemuan yang diminta pihak Teheran.
You might be interested :
Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar, 4 Tewas Termasuk Pilot dan Kopilot
“IRAN TELAH MEMINTA PERTEMUAN. PERTEMUAN AKAN BERLANGSUNG BESOK DI DOHA!” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari NBC News, Senin, 29 Juni 2026.
Namun, pihak Teheran membantah adanya pembicaraan teknis dengan AS yang direncanakan minggu ini di Doha.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi menegaskan hal tersebut. Gharibabadi mengatakan laporan media tentang diadakannya pembicaraan kelompok kerja teknis antara Teheran dan Washington di Doha tidak terkonfirmasi.
“Pertemuan teknis kelompok kerja tidak dijadwalkan untuk minggu ini,” katanya menurut laporan kantor berita negara IRNA sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu.
Gharibabadi mengatakan konsultasi dengan Qatar terus berlanjut, termasuk upaya untuk menindaklanjuti implementasi komitmen AS berdasarkan nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani.
“Putaran pertama pembicaraan teknis dalam kelompok kerja yang ditunjuk akan diadakan setelah persyaratan terpenuhi dan setelah kesepakatan tercapai mengenai tanggal dan tempatnya,” tambahnya.
Pejabat Iran itu mengatakan konsultasi mengenai masalah ini terus berlanjut melalui negara-negara mediator.