
UPdates—Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa negara-negara yang gagal mendukung perang melawan Iran akan menghadapi tuntutan untuk memberikan kompensasi kepada AS di kemudian hari.
You may also like :
AS Serang Warga Sipil, Presiden Iran: Kami tidak akan Menyerah, Hadapi Tentara Kami yang Gagah Berani
Trump menyatakan itu dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Selasa, 15 September 2026 dini hari waktu AS.
You might be interested :
Eropa Tegang! Rusia Ancam Lenyapkan Warsawa dari Peta dalam 2 Hari Jika Polandia Terlibat Perang
"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kita, harus—dan akan—mengganti biaya Amerika Serikat setelah konflik yang merupakan sebuah penipuan (SCAM) ini berakhir," tegasnya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Asia Today, Rabu, 16 September 2026.
Ia menambahkan, "Kita melakukan hal ini jauh lebih banyak untuk pihak lain dibandingkan untuk diri kita sendiri, dan hal ini sudah kita lakukan selama beberapa generasi!"
AS telah mengerahkan kekuatan militer ke Selat Hormuz yang dikuasai Iran untuk memfasilitasi jalur aman bagi kapal tanker minyak tertentu.
Pesan Presiden Trump dipandang sebagai tuntutan agar negara-negara yang mendapat manfaat dari operasi ini turut menanggung beban finansial atau militer.
Ini bukan kali pertama ia melontarkan pernyataan semacam itu. Pada tanggal 14 Maret, Presiden Trump secara khusus menyebut Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Inggris, dan Prancis, serta mendesak mereka untuk mengerahkan kapal perang ke Selat Hormuz.
Bulan lalu, ia juga menyatakan bahwa skala latihan militer gabungan Korea Selatan-AS telah dikurangi secara drastis karena Korea Selatan tidak bekerja sama dalam perang melawan Iran.