
UPdates—Presiden AS, Donald Trump secara mendadak mengakhiri lebih awal waktu istirahat akhir pekannya di Camp David dan kembali ke Gedung Putih karena alasan yang masih belum jelas menurut laporan sejumlah jurnalis pada Sabtu malam.
You may also like :
Chatbot AI Nyaris Picu Perang AS-China, Pasukan Sudah Siap Cegat Kapal yang Diduga Terkait Senjata Nuklir sebelum Sadari Kekeliruan
Hal ini memicu kekhawatiran bahwa perubahan mendadak tersebut bisa menjadi pertanda akan terjadinya eskalasi besar di Timur Tengah.
You might be interested :
Netanyahu Tersudut, Presiden UEA Ternyata Sudah Peringatkan Rencana Serangan 7 Oktober
Perubahan jadwal Trump terjadi pada hari yang sama ketika Kedutaan Besar AS di Israel mengeluarkan peringatan keamanan yang menginstruksikan warga Amerika di Timur Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan serta mewaspadai potensi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan.
Pada hari Sabtu itu pula, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memangkas durasi kunjungan yang telah dijadwalkan ke AS.
"Ada BANYAK sinyal yang sangat jelas saat ini mengenai eskalasi besar-besaran yang akan segera terjadi terhadap Iran. Presiden Trump, tepat setelah berada di Camp David, kembali lebih awal ke Gedung Putih. Bibi Netanyahu memangkas kunjungan AS-nya sehari lebih cepat, membatalkan agenda di Texas, dan terbang langsung kembali ke Tel Aviv dari New York," demikian peringatan pakar geopolitik Brett Erickson pada hari Sabtu sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Raw Story, Minggu, 20 September 2026.
"Seluruh kedutaan besar AS di Timur Tengah telah mengeluarkan peringatan STEP kepada warga Amerika di kawasan tersebut. Ini tentu bisa menjadi eskalasi yang nyata... namun ini juga merupakan BANYAK sinyal yang sangat terbuka dan khas gaya Trump. Meski demikian... jika bukan itu masalahnya, kita sedang menghadapi kemungkinan eskalasi BESAR," lanjutnya.
Sophie Mokoena, seorang jurnalis veteran asal Afrika Selatan, menarik kesimpulan yang sama dengan Erickson, seraya memperingatkan tentang adanya "serangan yang akan segera terjadi."