
UPdates—Sinergi Tim SAR Gabungan dalam tragedi KM Virgo Transport 8 kembali membuahkan hasil. Pada pukul 10.00 WITA, alut Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin merapat di posko dermaga dengan membawa 16 orang korban selamat yang berhasil dievakuasi dari perairan.
You may also like :
129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Dicari
Setibanya di posko, seluruh korban langsung diarahkan ke area penanganan medis darurat. Tim medis gabungan yang siaga di lokasi bergerak cepat melakukan pemeriksaan fisik, pendataan ulang manifest, penanganan luka-luka ringan, serta memberikan trauma healing awal bagi para korban.
You might be interested :
Hingga Minggu Sore, KM Virgo Transport 8 Masih Mengapung, 6 Meninggal dan 130 Dalam Pencarian
Dukungan alut dan personel dari unsur TNI AL (Lanal Banjarmasin) ini mempercepat pergerakan evakuasi di zona-zona krusial pencarian.
Saat ini seluruh korban yang baru tiba berada dalam penanganan tim medis posko sebelum dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak keluarga.
“Mohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi pencarian untuk korban yang tersisa dapat berjalan lancar,” demikian unggahan Instagram Kantor SAR Banjarmasin sebagaimana dipantau Keidenesia.tv, Selasa, 15 September 2026.
Hingga Selasa pagi ini, belum ada data terbaru soal jumlah total korban yang berhasil dievakuasi dengan selamat. Demikian juga dengan korban meninggal dan yang masih dalam proses pencarian.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub), Suntana turun langsung memantau perkembangan Operasi SAR KM Virgo Transport 8 melalui jalur udara.
Pemantauan dilaksanakan menggunakan pesawat PK-SNK CARAVAN milik BNPB dengan rute penerbangan langsung dari Banjarmasin menuju ke koordinat lokasi kejadian perkara (LKP) dan kembali ke Banjarmasin.
Mereka berangkat pukul 09.14 WITA dan direncanakan kembali ke Banjarmasin sekitar pukul 14.14 WITA.
Penyisiran dari udara ini dilakukan untuk mengamati langsung pola sebaran serta memastikan efektivitas pergerakan Alut laut dan udara Tim SAR Gabungan di lapangan.
Langkah ini menjadi wujud komitmen kuat pemerintah pusat dalam mengawal penuh proses pencarian dan penanganan korban.