
UPdates—Perang kelompok antarwarga Kampung Sapiria dan Kampung Borta di Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali pecah. Satu orang dilaporkan tewas dan tujuh rumah terbakar dalam peristiwa itu.
You may also like :
Pelaku Perang Kelompok Sapiria vs Borta Terciduk Lemparkan 2 Molotov
Bentrok antar-kelompok pemuda yang terjadi di kawasan Pekuburan Beroanging, Pannampu ini mulai pecah pada Minggu malam, 16 November 2025. Perang kelompok kemudian memanas setelah salah seorang warga dilaporkan tewas.
You might be interested :
Empat Penculik Bilqis Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun
Warga Sapiria bernama Nur Syam alias Kipas (40), meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan senapan angin di bagian kepala saat berada di sekitar area Pekuburan Beroanging.
Kipas sempat dilarikan ke Rumah Sakit Akademis Makassar dan menjalani operasi di bagian kepala. Namun, ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 18 November 2025, sekitar pukul 05.30 WITA.
Istri Kipas, Fitria kepada wartawan mengatakan bahwa suaminya malam itu baru saja pulang dari berjualan kemudian pergi melihat bentrokan sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itulah ia diduga terkena tembakan.
Video mayat Kipas saat akan dipulangkan dari Rumah Sakit Akademis Makassar dan ketika sudah di rumah duka menyebar luas di media sosial. Dan pada Selasa, 18 November 2025, perang kelompok pun kembali meletus.
Suasana semakin memanas saat rumah-rumah mulai terbakar di sekitar kawasan Pekuburan Beroanging. Pada saat bersamaan, kelompok pemuda juga terus saling serang.
Khawatir api terus menyebar, Polrestabes Makassar akhirnya membubarkan paksa para pelaku perang kelompok tersebut.
"Mulai dari Polsek, Reskrim, Intel, Reserse Narkoba, semua, termasuk Sabraha kita mengamankan TKP," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana kepada awak media di kawasan Pekuburan Beroangin.
Menurut Devi, mereka dibantu Brimob Polda Sulsel dan TNI, termasuk dari Koramil Tallo terpaksa mengambil tindakan tegas karena pemadam kebakaran kesulitan mendekati lokasi kebakaran.
Setelah suasana cukup kondusif, 13 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar bergerak ke titik api.
“Sebanyak tujuh unit rumah yang terbakar,” ungkap Kepala Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang kepada wartawan.
Perang kelompok yang melibatkan pemuda Kampung Borta dan Kampung Sapiria merupakan rentetan panjang dari kejadian sama selama bertahun-tahun.
Sebelumnya, bentrokan di kawasan yang sama terjadi pada Senin, 3 November 2025. Saat itu, seorang petugas Satpol PP dan anak berusia tujuh tahun terluka terkena anak panah.