
UPdates—Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan dalam sebuah memo internal bahwa setidaknya 10 anak kemungkinan meninggal akibat vaksinasi Covid-19, dengan alasan miokarditis atau peradangan jantung.
You may also like :
Tiongkok Kembali Temukan Virus Corona yang Bisa Menulari Manusia
Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr. telah mengubah kebijakan pemerintah terkait vaksin COVID-19 secara drastis, membatasi akses vaksin tersebut hanya untuk orang berusia 65 tahun ke atas, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan bawaan.
You might be interested :
FBI Punya Bukti Penyebab Covid-19, tapi tak Diizinkan Memberi Tahu Presiden
Selama masa jabatan pertama Donald Trump, ketika pandemi meletus, dan di bawah penggantinya Joe Biden, para pejabat kesehatan AS sangat mendukung vaksin tersebut sebagai penyelamat nyawa.
Laporan New York Times yang dilansir Keidenesia.tv dari Daily Ausaf, Sabtu, 29 November 2025, memo tersebut, yang ditulis oleh kepala petugas medis dan ilmiah FDA, Vinay Prasad, tidak mengungkapkan usia anak-anak, kondisi kesehatan atau medis, serta produsen vaksin yang terlibat dalam catatan tersebut.
Selain itu, Prasad menyebut temuan tersebut sebagai sebuah pencerahan yang mendalam dan mengumumkan rencana untuk memperketat pengawasan vaksin, termasuk mewajibkan uji coba acak untuk semua subkelompok.
Temuan tinjauan FDA yang baru belum dipublikasikan dalam jurnal medis yang telah melalui tinjauan sejawat, lapor Media, seraya menambahkan bahwa komite vaksin Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit akan bertemu minggu depan.