
UPdates—Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan ratusan ribu orang terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan dan Sumatera.
You may also like :
Pasien Palsu Dipakai untuk Klaim JKN, DPR Minta Tangkap Semua yang Terlibat
“Situasi ISPA update 9 September 2026, laporan kasus 113.336 total kumulatif kasus ISPA. Kasus ISPA hari ini 4.080,” kata Widyawati dalam keterangan pers secara virtual, Kamis, 10 September 2026.
You might be interested :
Bareskrim Turun Tangan Selidiki Penyebab Blackout Sumatera
Adapun rincian kasus ISPA berdasarkan usia yakni 0-5 tahun dengan 26.545 kasus dan 86.791 kasus pada usia diatas 5 tahun.
Mereka tersebar di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota. Ketujuh provinsi itu yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau dan Sumatera Selatan.
Kemenkes juga mencatat kualitas indek standar pencemaran udara dengan kategori hitam (hitam) dan sangat tidak sehat (merah).
Wilayah dengan kategori hitam yaitu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Timur; Kubu Raya Kapuas, Kalimantan Barat; Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat.
Selanjutnya Katingan, Kalimantan Tengah; Gunung Mas, Kalimantan Tengah; dan Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Adapun wilayah terdampak karhutla dengan kategori merah yaitu Kabupaten Tebo Jambi, Jambi; Muaro Jambi, Jambi, Sekadau Hilir, Kalimantan Barat; Sintang Baning Kota, Kalimantan Barat; dan Kapuas, Kalimantan Tengah.
Dampak lainnya, korban meninggal dunia empat orang dengan rincian tiga orang di Kalimantan Tengah dan satu orang di Kalimantan Barat.
“Kalimantan Tengah, rawat inap karena ISPA 313 orang, meninggal tiga orang di Kotawaringin Barat. Kalimantan Barat, sembilan orang rawat inap di Singkawan dan Melawi, satu meninggal di Ketapang,” ujarnya sebagaimana dilansir dari RRI.