
UPdates – Sebanyak 136 siswa dan seorang guru di SMAN 1 Tunjungan Blora, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa, 8 September 2026. Mereka mengalami kondisi lemas, diare, muntah, mual hingga pusing. Empat siswa terpaksa dirujuk ke rumah sakit. Menu MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 pada Senin, 7 September 2026.
You may also like :
Dokter Spesialis Tangani Siswi yang Diduga Gangguan Ingatan Usai Konsumsi MBG
Wakil Bupati Blora yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas MBG Blora, Sri Setyorini, mengungkapkan bahwa sebelum kasus dugaan keracunan di SMAN 1 Tunjungan, SPPG Sukorejo 2 sudah dua kali diberi peringatan.
You might be interested :
Lagi, Lagi, dan Lagi, Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG di Pati
“Karena SPPG Sukorejo ini sudah dua kali kita peringatkan, dan ini (kasus dugaan keracunan) yang ketiga, kami mau enggak mau harus mengusulkan tutup,” ujar Sri, sebagaimana dilansir Keidenesia.TV dari laman Republika.co.id, Rabu, 9 September 2026.
Ketika ditanya apakah akan diusulkan agar SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen, Sri mengatakan hal itu sebenarnya merupakan kewenangan pusat. Namun dia bakal tetap mengusulkan SPPG Sukorejo 2 ditutup permanen.
“Saya usulkan ditutup, permanen, karena sudah tiga kali missed,” ujarnya.
Dia mengaku memperoleh informasi bahwa menu MBG yang disalurkan SPPG Sukorejo 2 ke salah satu sekolah penerima manfaat pada Selasa ditemukan ulat. “Artinya ini dari kebersihannya saya nilai kurang,” kata Sri.
Sementara itu, Humas SMAN 1 Tunjungan Blora, Totok, mengungkapkan, kasus dugaan keracunan MBG bermula dari adanya beberapa siswa yang tidak masuk sekolah pada Selasa, 8 September 2026.
“Awalnya ada laporan siswa yang tidak masuk karena diare. Kemudian kami juga mendapati di sekolah itu anak-anak keluar masuk WC,” ucapnya saat diwawancara pada Selasa.
Totok menambahkan, setelah itu, pihak sekolah melakukan koordinasi. Selanjutnya mereka mendata para siswa yang mengalami gejala diare.
Hal itu dikonfirmasi Kepala SMAN 1 Tunjungan Blora, Yuni Ni’wati. “Semua yang bergejala diminta ke aula,” ungkap Yuni.
Dari proses pendataan tersebut, sebanyak 136 siswa dan satu guru diduga keracunan MBG yang disajikan pada Senin, 7 September 2026.
Menunya adalah nasi, ayam, dan sayur.
“Tadi di data oleh Dinas Kesehatan, siswa ada 133 dan satu guru. Kemudian tiga siswa yang tidak hadir karena diare, maka kami juga menduga karena keracunan. Sehingga total ada 137,” ucap Yuni.
Dia mengungkapkan, total murid di sekolahnya adalah 1.180 siswa. “Anak-anak lainnya yang selain 137 itu keadaannya baik. Kemudian dari yang 137 itu, empat kami bawa ke rumah sakit. Ini menurut rekomendasi tenaga medis,” ujarnya.
Yuni mengungkapkan, kasus dugaan keracunan MBG di sekolahnya baru sekali terjadi. Kendati demikian, hal itu langsung membuat para siswa trauma. “Dengan kejadian seperti ini, anak-anak merasa trauma,” ujarnya.
Ketika ditanya soal apakah sekolahnya akan menolak menerima MBG, Yuni mengatakan akan mengoordinasikan hal tersebut. “Nanti kita koordinasikan dengan yang terkait, supaya bisa lebih baik,” ucapnya.