Ilustrasi MBG. (foto:Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)

Dokter Spesialis Tangani Siswi yang Diduga Gangguan Ingatan Usai Konsumsi MBG

7 September 2026
Font +
Font -

UPdates—Siswi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Febiona Purba (16), diduga mengalami gangguan ingatan dan kini ditangani sejumlah dokter spesialis di RSUP Haji Adam Malik Medan.

You may also like : zulkifli hasan kemenko panganPemerintah Ingin Masalah Keracunan MBG Selesai dalam 2 Bulan

Sebelumnya, kondisi Febiona sempat memburuk setelah mengalami keracunan MBG di sekolahnya. Ibunya, Elvinus Lusiana Sitanggang (49), mengatakan Febiona sempat mengalami kesulitan berbicara.

You might be interested : pjj bgn mbg henti sementaraMBG Dihentikan Sementara di Jakarta, Jabar, Banten, dan Lampung

“Lidahnya agak masuk ke dalam. Sampai ngomong pun dia agak sulit,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Kompas.com, Senin, 7 September 2026.

Elvinus mengaku melihat perubahan pada ingatan anaknya ketika Febiona menjalani perawatan di rumah. Febiona sempat tidak mengenali sejumlah anggota keluarga dan teman sekolah yang datang menjenguk.

“Contohnya keluarga. Bibinya kalau datang, ini siapa. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu (gak ingat). Kawan-kawannya (di sekolah) datang pun gak kenal,” ungkapnya.

Remaja itu mulai mengalami gejala pada Kamis, 13 Agustus 2026 setelah menyantap MBG di SMK Bersama Berastagi dengan lauk ikan tongkol.

“Rasanya pahit dan keras, katanya. Tapi pikirnya kek gitu rasanya. Makan aja dia karena udah lapar,” beber Elvinus.

Saat ini, Febiona menjalani pemeriksaan lanjutan setelah lebih dari tiga minggu berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Humas RSUP Haji Adam Malik Medan, Rosario Dorothy Simanjuntak, mengatakan Febiona merupakan pasien rawat jalan dan telah dua kali menjalani pemeriksaan di rumah sakit tersebut.

"Betul. Pasien hari ini ada berkunjung untuk menjalani pengobatan dan ditangani dokter spesialis gastro anak, kemudian spesialis neurologi anak, serta psikiatri," ucap Rosario di kantornya, Senin, 7 September 2026.

Menurut Rosario, kunjungan pertama Febiona berlangsung pada 31 Agustus 2026. Pada kunjungan kedua, pemeriksaan difokuskan pada neurologi dan psikiatri.

Febiona juga menjalani pemeriksaan EEG (electroencephalography). Masih Jalani Pemeriksaan Rosario mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan kondisi Febiona karena pemeriksaan masih berlangsung.

Hasil EEG, kata dia, masih akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lain untuk membantu dokter menegakkan diagnosis.

"Nah, itu belum bisa kita pastikan karena dari EEG ini nanti akan ada pemeriksaan-pemeriksaan lanjutan lagi ya, begitu. Untuk menegakkan diagnosa sebenarnya dia sakit apa," jelas Rosario.

Makanya, pihak rumah sakit belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai kondisi Febiona, termasuk penyakit yang dialaminya.

Font +
Font -

Related UPdates

Icon IDfinance
Memuat data finansial...
Icon IDweather
Memuat data cuaca...

New Videos

Quote of the Day

images (9)

Christopher Paolini

"Tanpa rasa takut, tidak akan ada keberanian."
Load More >