Enam tentara AS yang tewas di Kuwait (Foto: Pentagon)

140 Tentara AS Terluka, 8 Parah, dan 7 Tewas Sejak Perang Melawan Iran Dimulai

11 March 2026
Font +
Font -

UPdates—Pentagon menyebut sekitar 140 anggota militer AS telah terluka sejak perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran dimulai akhir bulan lalu.

You may also like : pete hegseth’Pesawat Menteri Pertahanan dan 3 Heli Militer AS Mendarat Darurat di Inggris dan Jepang

“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 anggota militer AS telah terluka selama 10 hari serangan berkelanjutan,” kata juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dalam sebuah pernyataan kepada The Hill sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari WFXR, Rabu, 11 Maret 2026.

You might be interested : gaza tewas afpKorban Meninggal di Gaza Tembus 70.100 Orang

Parnell mengataan, sebagian besar cedera yang dialami tentara bersifat ringan dan 108 anggota militer sudah kembali bertugas.

Delapan anggota militer masih terdaftar sebagai cedera parah dan mendapatkan perawatan medis tingkat tertinggi.

Ketika ditanya tentang laporan Reuters yang menyebutkan sekitar 150 anggota militer AS terluka, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan angka tersebut masih dalam kisaran yang diperkirakan dan merujuk wartawan ke Pentagon untuk informasi lebih lanjut.

Jumlah korban luka ini muncul setelah akhir pekan lalu, Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan bahwa anggota militer AS ketujuh telah meninggal dalam pertempuran akibat luka serius setelah serangan Iran terhadap pasukan AS di Arab Saudi.

Enam anggota militer lainnya tewas dalam serangan terhadap pusat operasi militer AS darurat di Kuwait.

Selain korban jiwa, perang ini juga menelan biaya yang sangat besar karena Pentagon telah menghabiskan sekitar $5,6 miliar untuk amunisi selama dua hari pertama konflik.

Angka tersebut diungkap sumber kongres yang mengetahui masalah tersebut kepada The Hill pada Senin malam.

Baik Presiden Trump maupun Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengatakan bahwa lebih banyak korban diperkirakan akan terjadi seiring berlanjutnya perang.

Kepala Pentagon pekan lalu mengkritik media karena menjadikan kematian anggota militer AS sebagai berita utama.

Font +
Font -