
UPdates—Pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia yang jadi milik Inggris diserang. Jaraknya yang 4.000 km dari Iran membuat pakar mengingatkan kota-kota di Eropa untuk waspada.
You may also like :
Menteri Pertahanan Israel Klaim Kepala Keamanan Iran Ali Larijani Terbunuh, Mojtaba Khamenei Tolak Pembicaraan Damai
Meski begitu, seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Minggu waktu setempat bahwa Iran tidak bertanggung jawab dan tidak berada di balik serangan rudal itu.
You might be interested :
Rumah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer Dibakar
Bantahan tersebut muncul setelah Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa dua rudal balistik jarak menengah telah ditembakkan ke arah pangkalan tersebut, namun tidak ada yang mengenainya.
Sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari MEMO, Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Anadolu terkait serangan itu.
Diego Garcia adalah salah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris untuk digunakan AS sebagai bagian dari kampanye melawan Iran.
Insiden yang dilaporkan tersebut menarik perhatian karena Diego Garcia terletak 4.000 kilometer (2.485 mil) dari Iran, dua kali lipat dari batas 2.000 kilometer yang diklaim Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi telah sengaja diberlakukan Teheran pada rudal-rudalnya.
Pulau ini, yang terbesar di Kepulauan Chagos di Samudra Hindia bagian tengah, telah menjadi lokasi kehadiran militer gabungan AS-Inggris sejak tahun 1970-an dan berfungsi sebagai pangkalan bagi pesawat pembom jarak jauh dan aset strategis lainnya.
Setelah serangan itu, para ahli militer telah memperingatkan bahwa Iran mungkin segera memiliki kemampuan untuk menyerang ibu kota Eropa.
Para ahli juga menduga Iran mungkin telah menggunakan kendaraan peluncuran antariksa untuk memungkinkan rudal balistiknya mencapai pangkalan militer Diego Garcia.
Serangan ini dikecam oleh Kementerian Pertahanan Inggris sebagai tindakan ceroboh dan ancaman terhadap kepentingan Inggris dan sekutu Inggris.