
UPdates—Sekitar 1 dari 4 warga Amerika percaya penembakan di jamuan makan malam koresponden Gedung Putih pada bulan April itu direkayasa. Itu menurut survei NewsGuard yang dirilis Senin waktu Amerika.
You may also like :
Rudal Iran tak Mau Habis, Senator Intelijen AS Takut Rudal Pencegat Habis, Bom Waktu Perang Trump
Minggu lalu, dewan juri federal di Washington, D.C., mendakwa terduga pelaku penembakan, dengan menuduh Cole Tomas Allen melakukan empat kejahatan, termasuk upaya pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump.
You might be interested :
Trump Umumkan akan Gelar Pertarungan UFC di Gedung Putih
Survei tersebut menemukan bahwa 24% orang dewasa AS percaya insiden di Washington Hilton itu palsu, sementara 45% menganggapnya sah.
Sebanyak 32% lainnya mengatakan mereka tidak yakin. Jajak pendapat terhadap 1.000 orang dewasa Amerika ini dilakukan oleh YouGov dari tanggal 28 April hingga 4 Mei.
“Ini sangat mencolok,” kata Sofia Rubinson, seorang editor di NewsGuard sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Anadolu, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia mengatakan temuan tersebut mencerminkan meningkatnya skeptisisme publik terhadap pemerintah dan media.
“Semakin banyak orang di semua sisi spektrum politik yang tidak mempercayai pemerintahan ini dan juga media,” katanya dan menambahkan bahwa banyak yang bersedia mempercayai informasi yang tidak terverifikasi secara online.
Gedung Putih menolak teori konspirasi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah publikasi.
“Siapa pun yang berpikir Presiden Trump merekayasa upaya pembunuhan terhadap dirinya sendiri adalah orang bodoh,” kata juru bicara Davis Ingle, menurut The Washington Post.
Insiden April tersebut terjadi setelah dua upaya pembunuhan terhadap Trump pada tahun 2024: satu di sebuah rapat umum di Butler, Pennsylvania, dan satu lagi di Trump International Golf Club di West Palm Beach, Florida.
Survei tersebut juga menemukan bahwa 24% orang Amerika percaya bahwa upaya di rapat umum Butler itu direkayasa, dengan 29% tidak yakin; dan 16% responden mengatakan mereka percaya upaya pembunuhan di klub golf itu direkayasa, sementara 36% tidak yakin.