Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : Dok/Andri/DPR RI)

4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Puan Minta Rakyat tak Dibikin Panik

11 May 2026
Font +
Font -
Poin Penting Artikel
  • Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026, dengan tiga orang sudah sembuh dan satu orang masih dalam status suspek.
  • Ketua DPR RI, Puan Maharani, mendorong Pemerintah untuk memberikan informasi yang tepat dan cepat tentang Hantavirus agar masyarakat tidak panik.
  • Hantavirus adalah penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut.
  • Kementerian Kesehatan telah mencatat 23 kasus Hantavirus di sembilan provinsi di Indonesia, dengan tiga kematian sejak tiga tahun terakhir.
  • Puan Maharani menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan dan komunikasi publik yang efektif untuk menghadapi ancaman Hantavirus.
  • Masyarakat perlu diberikan informasi yang transparan dan bertanggung jawab tentang Hantavirus untuk menghindari ketakutan dan kebingungan.
  • Pemerintah harus bergerak cepat untuk memastikan masyarakat memahami situasi Hantavirus secara utuh, termasuk pola penularan, kelompok yang rentan, dan langkah pencegahan.
atau

UPdates—Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkap adanya temuan empat kasus Hantavirus di Jakarta sepanjang 2026.

You may also like : puan pimpinan dprBBM dan LPG Nonsubsidi Naik, DPR Minta Pemerintah Jujur ke Rakyat

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada awak media mengatakan tiga orang bergejala ringan dan sudah sembuh.

You might be interested : captureKaldera Toba Dapat 'Kartu Kuning' dari UNESCO, Pemerintah Diminta Gerak Cepat

Sementara, satu orang masih suspek dan harus ditetapkan penegakan diagnosisnya melalui laboratorium.

Menanggapi perkembangan soal Hantavirus ini, Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur kesehatan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus.

“Pemerintah harus hadir lebih cepat dalam dalam memberikan kepastian informasi dan perlindungan masyarakat dalam menghadapi ancaman Hantavirus. Termasuk ketepatan informasi agar masyarakat tenang dan tidak panik dengan munculnya kasus virus ini,” kata Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026 sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI.

Hantavirus mendapat sorotan global ketika menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius yang tengah berlayar di Samudera Atlantik.

Kabar meninggalnya tiga penumpang MV Hondius akibat Hantavirus membuat masyarakat dunia waswas karena salah satu variannya, Andes virus diketahui bisa menular antarmanusia dalam kondisi tertentu.

Merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus, Hantavirus umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Virus ini tergolong penyakit zoonosis atau yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Sebelum Hantavirus ramai dibicarakan akibat mewabah di kapal pesiar mewah yang berlayar di Eropa, Indonesia ternyata juga sudah mencatat kasus Hantavirus dalam beberapa waktu terakhir.

Kementerian Kesehatan mengungkap ada 23 kasus Hantavirus tersebar di sembilan provinsi.

Meski telah tercatat tiga kematian sejak tiga tahun terakhir, jenis Hantavirus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang memicu wabah di kapal pesiar MV Hondius.

Puan pun memandang kemunculan kasus Hantavirus di Indonesia perlu ditangani dengan pendekatan yang tenang, terbuka, dan berbasis perlindungan masyarakat.

“Tantangan terbesar dalam menghadapi munculnya ancaman penyakit yang belum umum perlu dilakukan dari berbagai aspek,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

“Bukan hanya pada aspek medis saja, tetapi juga pada kemampuan Negara menjaga kepercayaan masyarakat melalui informasi yang jelas, langkah antisipasi yang terukur, dan perlindungan yang dapat dirasakan masyarakat,” imbuhnya.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengingatkan, masyarakat saat ini hidup dalam situasi yang sangat sensitif terhadap isu kesehatan setelah pengalaman pandemi Covid-19.

Meski penularan Hantavirus tak secepat Covid-19, namun masyarakat sudah pernah merasakan hidup dalam ketidakpastiaan saat awal pandemi sehingga kekhawatiran terhadap penyakit kini menjadi lebih besar.

“Karena itu, Negara perlu memastikan bahwa setiap informasi mengenai penyakit menular disampaikan secara transparan dan bertanggung jawab agar tidak memunculkan ketakutan maupun kebingungan di tengah masyarakat,” pesan Puan.

Sebagai langkah antisipasi penyebaran Hantavirus, Puan memandang Pemerintah perlu bergerak cepat memastikan masyarakat memahami situasi secara utuh.

“Bagaimana pola penularannya, siapa kelompok yang paling rentan, bagaimana langkah pencegahannya, dan sejauh mana tingkat risikonya bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Puan menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting dari perlindungan publik. Sebab ketika masyarakat tidak mendapatkan penjelasan yang cukup, ruang disinformasi dan ketakutan dapat berkembang lebih cepat daripada penanganan itu sendiri.

“Maka penting agar Pemerintah memperkuat komunikasi publik kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan mudah dipahami. Bukan hanya berbasis penjelasan teknis yang sulit diakses publik luas. Sosialisasi harus menyentuh langsung akar rumput,” tegas Puan.

Font +
Font -

New Videos

Related UPdates

Popular

Quote of the Day

capture

Derek Bok

"Jika kamu berpikir pendidikan itu mahal, cobalah kebodohan."
Load More >