
UPdates–Upaya memulangkan empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera di Somalia belum membuahkan hasil. Keempat anak buah kapal tanker MT Honour 25 itu sejauh ini masih disandera perompak.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan insiden penyanderaan di perairan Somalia tersebut.
Ia menyatakan bahwa koordinasi intensif telah berjalan bersama Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia guna menjamin keselamatan para korban.
"Informasi tersebut memang sudah kita pantau dan terima, di mana pihak KBRI, Kemlu, maupun instansi terkait terus memantau kondisi di lapangan," ujar Dave saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I ke Badung, Bali, sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari website resmi DPR RI, Sabtu, 27 Juni 2026.
Politisi Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian tahapan terukur untuk menyelesaikan krisis tersebut.
Pertama, negara mengutamakan pendekatan melalui jalur diplomasi resmi guna membuka ruang negosiasi. Kedua, opsi tindakan tegas tetap terbuka bergantung pada perkembangan situasi di lokasi kejadian.
"Bila memang dibutuhkan, tentu akan dilakukan operasi-operasi khusus untuk melakukan pembebasan terhadap WNI kita," tegasnya.
Kapal tanker MT Honour 25 yang juga dikenal sebagai MT Ander 25 dilaporkan dibajak oleh perompak di perairan Somalia sejak 21 April 2026.
Hingga saat ini, parlemen terus mendorong seluruh instansi terkait bekerja cepat demi memastikan keempat anak bangsa tersebut dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.