
UPdates—Setidaknya 40 orang tenggelam di Prancis saat berenang di area yang tidak diawasi untuk mencari perlindungan dari gelombang panas yang melanda negara itu dan bagian lain Eropa.
You may also like :
Kebakaran Hutan Los Angeles Kian Parah, Kerugian Tembus Rp.810 Triliun
Berbicara setelah pertemuan krisis pada hari Selasa waktu Paris ketika Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah, Perdana Menteri Sebastien Lecornu mengatakan jumlah korban tewas sejak Kamis sebagian besar adalah kaum muda.
You might be interested :
Ternyata Ini Penyebab Cuaca di Indonesia Sangat Panas Belakangan Ini
“Mereka adalah korban pertama dari krisis yang kita hadapi,” katanya sebagaimana dilansir Keidenesia.tv dari Al Jazeera, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menyebut kematian itu sebagai “bencana tragis” pada hari ketika suhu di beberapa bagian negara itu naik di atas sekitar 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit).
Menurut peramal cuaca Meteo France, di Les Herbiers di barat daya negara itu, suhu mencapai 43 derajat Celcius (109 derajat Fahrenheit) pada hari Selasa.
Menteri Olahraga Marina Ferrari mengatakan kepada radio France Inter bahwa berenang di area yang tidak diizinkan selama gelombang panas bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng.
Pihak berwenang setempat mengatakan gelombang panas kemungkinan besar menjadi penyebab kematian dua anak berusia dua dan empat tahun yang ditemukan tidak sadarkan diri di dalam mobil di luar rumah mereka di Carpentras di tenggara Prancis.
Tiga orang lagi berusia 80 hingga 95 tahun meninggal di wilayah Bordeaux karena masalah kesehatan terkait panas, kata pejabat setempat Sophie Brocas kepada France TV.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperingatkan bahwa beberapa hari ke depan menimbulkan risiko kesehatan serius bagi Eropa.
“Bagi ribuan orang di seluruh Eropa, suhu ekstrem, tanpa tindakan, dapat dengan cepat menjadi masalah hidup dan mati,” kata Mary Friel, petugas kebijakan iklim senior IFRC, dalam konferensi pers di Jenewa.
“IFRC mendesak masyarakat untuk menanggapi gelombang panas ini dengan serius dan memperhatikan mereka yang paling berisiko untuk menyelamatkan nyawa,” tegasnya.