UPdates - Suplai air PDAM Makassar terganggu akibat endapan lumpur yang menghambat aliran air baku di Sungai Lekopancing, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Lumpur tersebut berasal dari material sisa aktivitas tambang di daerah aliran Sungai Lekopancing yang terbawa oleh banjir.
You may also like : Viral, Anggota TNI di Maros Pertaruhkan Nyawa Selamatkan Warga Terseret Banjir
Dirangkum Keidenesia, Senin, 17 Februari 2025, endapan lumpur ini ditemukan di saluran Sungai Lekopancing seksi 7 dan 8. Saluran seksi 7 terletak di Kecamatan Mandai, sementara seksi 8 berada di Kecamatan Tanralili.
You might be interested : Bendungan Lekopancing Maros Masuk Status Awas, Ketinggian Air Capai 250 cm
Bahkan, setiap kali hujan deras turun, material tanah dari tambang terbawa ke dalam saluran, menghambat aliran air baku. kondisi ini PDAM harus membersihkan saluran ini agar debit air bisa normal.
Namun, hingga saat ini, pihak terkait belum mengetahui secara pasti aktivitas tambang mana yang menyebabkan saluran air baku tersebut terhambat.
Alhasil, akibat endapan lumpur ini, debit air baku yang mengalir ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Panaikang di Makassar menjadi berkurang. Padahal, normalnya, debit air baku mencapai 1.100 liter per detik. Sekarang hanya 70 persennya, yaitu sekitar 700 hingga 800 liter per detik.
Kondisi ini sudah terjadi hampir setiap tahun, terutama saat hujan deras dan banjir melanda. Terakhir, endapan lumpur mulai muncul sejak intensitas hujan tinggi pada Februari 2025.
Informasi pengerjaan PDAM Makassar (Foto: IG perumdairminum_kotamakassar).
PDAM Makassar bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan pengerukan di saluran. Namun, belum ada kepastian kapan endapan lumpur tersebut akan sepenuhnya dibersihkan. Meskipun demikian, PDAM berharap kondisi ini dapat segera diatasi agar suplai air kembali normal.
Selama proses pembersihan berlangsung, PDAM Makassar memberikan layanan pembagian air bersih menggunakan tangki secara gratis kepada warga yang terdampak, terutama di wilayah utara dan timur Kota Makassar.
Selain itu, PDAM Makassar juga sedang membangun bendung atau sabo dam di area tersebut untuk mencegah terjadinya permasalahan serupa di masa mendatang.
Kondisi ini membuat produksi air di IPA 2 Panaikang tidak maksimal, sehingga suplai air ke wilayah utara dan timur Makassar menurun drastis. PDAM Makassar pun berharap agar masyarakat dapat memahami situasi yang disebabkan oleh aktivitas tambang di Maros ini.