UPdates--Serangan kelompok bersenjata di lingkungan sekitar wilayah metropolitan Port-au-Prince memaksa hampir 13.000 orang meninggalkan rumah mereka. Angka itu diungkap Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Menurut laporan IOM yang diterbitkan di situs webnya minggu ini, serangan gengster telah memaksa total 12.971 warga mengungsi.
Warga di lingkungan Carrefour, Taba, Delma, Kôvère, Metiver, dan lain-lain terpaksa meninggalkan daerah mereka karena meningkatnya aksi kekerasan tersebut.
Sejak 14 Februari 2025, beberapa lingkungan di Port-au-Prince telah diserang oleh geng-geng yang menguasai 80% ibu kota, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagaimana dilansir keidenesia.tv dari VOA, Jumat, 28 Februari 2025.
Serangan terakhir di Delma 30, Senin, 24 Februari 2025, memaksa puluhan warga meninggalkan lingkungan mereka dan berlindung di kompleks Kementerian Sosial di Delma 33.
Selama tahun 2024, gelombang kekerasan memaksa lebih dari 1 juta warga Haiti meninggalkan rumah mereka.