UPdates - Hari Kerukunan Ras atau Racial Harmony Day selalu diperingati setiap tahun di Singapura pada tanggal 21 Juli.
You may also like : Gelombang Baru Covid-19 Ancam Asia, Kasus Naik di Singapura, Hong Kong, dan China
Disadur dari National Today, peringatan hari ini diresmikan oleh The Ministry of Education alias Kementerian Pendidikan Singapura pada tahun 1998. Tujuannya adalah mengingatkan masyarakat di Negeri Singa agar bangga terhadap warisannya dan berempati terhadap orang-orang dari semua ras maupun agama.
You might be interested : Prakiraan Cuaca Hari Ini, 21 Juli: Luwu Timur Hujan Mulai Senin Siang Hingga Malam
Racial Harmony Day hadir atas respons terhadap konflik rasial antara orang Melayu dan Tionghoa yang ada di Singapura. Sebanyak 36 orang meninggal dunia dan lebih dari 500 luka-luka dalam tragedi yang berlangsung selama enam pekan itu.
Peristiwa bersejarah tersebut menjadi pengingat bagi warga Singapura akan pentingnya menjaga pemahaman dan toleransi antar ras di antara berbagai etnis. Pemerintah Singapura pun membentuk Community Development Council (CDC) alias Dewan Pengembangan Masyarakat untuk memperkuat ikatan antar masyarakat di berbagai komunitas.
Sebenarnya, Hari Kerukunan Ras pertama kali berlangsung pada tahun 1997. Kala itu, Kementerian Pendidikan Singapura melaksanakannya khusus untuk anak sekolah.
Langkah tersebut untuk mengajarkan dan menanamkan mindset pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama kepada anak-anak yang merupakan generasi masa depan. Seluruh sekolah di Negeri Singa pun menyelenggarakan program untuk mengajarkan muridnya tentang ras dan konsep-konsep seperti menerima keberagaman dalam kehidupan.
Pada 2001, Museum Nasional Singapura menghadirkan Pita Oranye dalam Hari Kerukunan Ras. Inovasi itu melambangkan perdamaian ras dan intoleransi terhadap rasisme di negara mereka.